BI Kalsel Imbau Masyarakat Jaga Tingkat Konsumsi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

206
Kepala Kantor BI Wilayah Kalsel Herawanto. Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalsel Herawanto mengingatkan agar masyarakat Banua selama momen Ramadhan tidak melakukan aktivitas konsumsi secara berlebihan.

Hal tersebut menurutnya penting, mengingat bukan hanya tidak baik bagi masyarakat, namun juga akan sangat berpengaruh terhadap inflasi selama Ramadhan.

“Inflasi selama momen Ramadhan cenderung lebih tinggi dari pada bulan-bulan lainnya. Hal ini salah satu faktornya tidak lain karena dipengaruhi oleh tingginya tingkat konsumsi di masyarakat,” jelasnya, Kamis (24/5/2018).

Dikatakannya, tingginya konsumsi membuat berbagai harga produk mengalami kenaikan di pasaran. Ujungnya memicu terjadinya inflasi menjadi lebih tinggi dari pada biasa.

“Harusnya pada bulan Ramadhan ini konsumsi malah turun karena aktivitas puasa, bukan malah sebaliknya,” tegasnya.

Ditambahkannya, Kantor BI Perwakilan Wilayah Kalsel sendiri menargetkan inflasi pada akhir tahun 2018 akan dapat tetap dijaga ke arah sasaran inflasi yang lebih rendah 3,75±1 persen. Angka ini sendiri menyesuaikan sasaran target inflasi nasional yang mencapai 3,5±1 persen.

“Kami meyakini target tersebut bisa terwujud karena didukung oleh relatif lebih rendahnya tekanan dari kelompok administered prices ketimbang tahun lalu, adanya program pengendalian inflasi dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan kordinasi yang baik antara BI dan Pemerintah Daerah (Pemda),” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bulog Divre Kalsel Deddy Supriadi mengakui, selama momen Ramadhan ada kecendrungan kenaikan permintaan beberapa jenis sembako.

“Khususnya gula, beras dan tepung terigu. Kalau persentase kenaikannya biasanya mencapai 20-30 persen dari biasa. Karena itulah agar bisa memenuhi permintaannya, biasanya kita melakukan penyetokan yang lebih banyak digudang,” tukasnya.

Baca Juga
Lihat juga...