Biaya Pengangkutan Pasien di Kampung Distrik Towe Capai Rp26 Juta

291
Ilustrasi - Pesawat perintis di bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Dok. CDN

JAYAPURA — Beberapa kepala kampung di Distrik Towe, Kabupaten Keerom, Papua menggunakan dana kampung untuk mencarter pesawat dari maskapai penerbangan mengangkut pasien dari Towe ke Sentani agar mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

“Kalau ada masyarakat kami yang sudah sakit parah dan membutuhkan pertolongan segera, maka masing-masing kampung di Distrik Towe kumpulkan Rp10 juta yang bersumber dari dana kampung untuk carter pesawat mengangkut pasien yang bersangkutan ke Sentani, agar mendapatkan pelayanan kesehatan selanjutnya,” kata Moses Ani, Kepala Kampung Bias, Distrik Towe, di Jayapura, Rabu.

Maskapai penerbangan melayani penumpang ke Distrik Towe dan sering dicarter yakni maskapai penerbangan Associated Mission Aviation (AMA), maskapai penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF), maskapai penerbangan Tariqu, dan Heli Mision.

Menurutnya, untuk maskapai penerbangan Tariqu jika dicarter untuk mengangkut pasien dari Distrik Towe ke Sentani harus membayar biaya sebesar Rp26 juta.

Kemudian maskapai penerbangan AMA satu kali dicarter untuk mengangkut pasien dari Towe ke Sentani sebesar Rp24 juta Selanjutnya, maskapai penerbangan Heli Mision yang dicarter angkut pasien dari Towe ke Sentani sebesar Rp23 juta sekali terbang.

“Pasien yang biasa kami carterkan pesawat untuk angkut ke Sentani itu berobat di RSUD Youwari, Sentani, Kabupaten Jayapura, RSUD Jayapura, dan Rumah Sakit Dian Harapan Waena, Kota Jayapura,” kata dia lagi.

Distrik Towe merupakan pemekaran dari Distrik Web, Kabupaten Keerom pada 2008. Akses untuk menjangkau pusat distrik ini sangat sulit.

Perjalanan ke Towe hanya bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat berbadan kecil berkapasitas lima orang, termasuk pilotnya.[ant]

Baca Juga
Lihat juga...