Bioskop Bisik, Bantu Tunanetra Pahami Film

Editor: Satmoko

409

JAKARTA – Para tunanetra sekarang sudah banyak yang menonton film. Dalam menonton film, mereka dibantu pembisik untuk menerangkan adegan agar dapat memahami film yang ditayangkan. Terlebih, adegan-adegan yang hanya ada gerakan tubuh dan tanpa dialog.

Gedung bioskop pun yang biasanya lengang dan hanya diisi suara-suara para bintang film, kali ini terdengar suara bisik-bisik jelas yang pelan.

“Bioskop Bisik sebenarnya Thinkweb yang menggagasnya sekitar tahun 2014,“ kata Budi Sumarno, Ketua KCFI (Komuntas Cinta Film Indonesia) kepada Cendana News, saat pemutaran film ‘The Gift’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Budi membeberkan KCFI punya kegiatan nobar (nonton bersama). Kemudian, ada kepedulian pada para tunanetra untuk mengadakan bioskop bisik.

Budi Sumarno (berkaos merah) Ketua KCFI, dan Doni (kemeja hitam garis-garis), Ketua Komunitas Tunanetra Cinta Film Indonesia, bersama warga tunanetra dan relawan pembisik (Foto Akhmad Sekhu).

“Dulu teman-teman tunanetra punya istilah sendiri, yakni debar, dengar bareng, tapi teman-teman tunanetra lainnya dengan istlah nobar berbisik,“ bebernya.

Menurut Budi, KCFI mengadakan acara di beberapa sekolah tunanetra dan SLB (Sekolah Luar Biasa).

“Tiga bulan yang lalu komunitas tunanetra membentuk Komunitas Tunanetra Cinta Film Indonesia,“ ungkapnya.

KCFI, kata Budi, juga banyak melakukan kerjasama dengan Pusat Pengembangan Perfilman (PusbangFilm) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Relawan Bioskop Bisik, begitu kita buka pendaftaran banyak orang yang berminat, alhamdulillah tidak ada kesulitan dalam menghimpun relawan, kita sudah membuat Komunitas Relawan Berbisik,“ tuturnya bersyukur.

Budi berharap pada para produser yang ingin mengadakan Bioskop Berbisik dengan tunanetra dipersilakan menghubungi Komunitas Cinta Film Indonesia maupun Komunitas Relawan Berbisik. “Kita rutin mengadakan bioskop bisik untuk membantu para tunanetra dalam memahami film,“ tandasnya.

Adapun Doni ketua Komunitas Tunanetra Cinta Film Indonesia, mengaku sudah lama ikut Bioskop Bisik. “Sebenarnya sejak tahun 2016 saya sudah ikut, tapi tidak terlalu aktif, dan aktifnya tahun 2018 ini,“ katanya.

Awalnya, Doni nonton saja menjadi peserta, tapi kemudian mengkoordinir teman-teman sesama tunanetra untuk ikut kegiatan bioskop bisik.

“Saat nonton film, saya merasa terbantu kalau dibisiki, karena kita tidak melihat sesuatu yang tidak ada dialognya, tapi ada gerakannya,” tutur alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang kini menjadi guru musik MAN 6 Cibubur Jakarta Timur.

Doni dalam kegiatan bioskop bisik menjelaskan bahwa yang dibisikkan hanya suatu adegan atau tempat-tempat atau suasana-suasana yang tidak ada dialognya.

“Yang penting tidak memotong dialog,“ tegasnya.

Harapan Doni, bioskop-bioskop Indonesia lebih ramah pada disabiltas.

“Komunitas disabiltas tidak hanya menonton film, tapi suatu nanti juga ingin membuat film,“ pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.