BP2TPH Wates Siap Dikembangkan Jadi Agro Wisata

Editor: Mahadeva WS

YOGYAKARTA – Selain fokus pada upaya perbanyakan benih tanaman buah, UPTD Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura (BP2TPH) Wates Kulonprogo Yogyakarta akan dikembangkan menjadi kawasan agro wisata pendidikan.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari posisinya yang berada di lokasi strategis yakni di tepi jalan nasional. Saat ini UPTD BP2TPH Wates juga sering dikunjungi kelompok masyarakat mulai dari Kelompok Tani, Kelompok Tani Wanita, siswa sekolah magang dan PKL hingga kelompok pramuka dan anak-anak TK-SD.

Kepala UPTD BP2TPH Wates, Sukirman – Foto : Jatmika H Kusmargana

Kepala UPTD BP2TPH Wates Sukirman mengatakan, selama ini kelompok masyarakat tersebut berkunjung untuk belajar teknik-teknik perbanyakan tanaman. Khususnya tanaman buah dengan sistem cangkok stek maupun okulasi.  “Setiap minggu hampir selalu ada yang berkunjung ke sini untuk belajar melakukan perbanyakam bibit tanaman. Karena itu kita berencana mengembangkanya sebagai agro wisata pendidikan. Ini juga dalam rangka menyambut kehadiran bandara baru di Kulonprogo,” katanya Senin (7/5/2018).

Meski begitu menurut Sukirman, masih banyak PR yang harus dilakukan UPTD BP2TPH Wates untuk merealisasikan hal tersebut. Salah satu yang dibutuhkan adalah kelengkapan fasilitas dan mencukupi kebutuhan tenaga pengelola.  “Kita akan mengajukan penambahan fasilitas berupa gedung aula dan pertemuan, serta laboratorium sebagai tempat praktek. Karena selama ini belum ada. Untuk jalan menuju kawasan pembibitan sudah kita benahi sehingga sudah cukup bagus,” katanya.

Hal yang juga mendesak harus dilakukan adalah penambahan tenaga pengelola. Selama ini jumlah tenaga di unit usaha di bawah Dinas Pertanian Provinsi DIY tersebut hanya empat orang yang terdiri dari satu PNS, dua tenaga harian lepas (THL) dan 1 tenaga keamanan.

Jumlah tenaha yang sangat minim tersebut dinilai membuat pengelolaan dan perawatan menjadi tidak maksimal. “Idealnya memang ditambah. Apalagi jika nanti dikembangkan sebagai agro wisata pendidikan. Dengan jumlah tenaga yang ada saat ini kita tidak akan mampu karena sangat kurang. Selama ini kita hanya memaksimalkan tenaga yang ada,” pungkasnya.

Lihat juga...