Buah Langka di Mekarsari Bisa Dicicip

Editor: Koko Triarko

481
JAKARTA – Anak generasi Z tidak akan tahu bentuk buah Menteng, Kemang, Lobi-lobi, dan sejenisnya. Mereka hanya tahu namanya, tanpa tahu bentuknya. Mereka mengira Menteng dan Kemang hanya sebuah nama jalan.
Bahkan, tidak hanya generasi Z, generasi Y pun tidak semuanya tahu kalau Menteng dan Kemang itu merupakan nama buah.
Markom Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan, mengatakan, taman buah yang digagas oleh Ibu Tien Soeharto ini sengaja didirikan di lahan seluas 264 hektare, untuk melestarikan buah langka yang ada di Indonesia dan dari berbagai negara lain di dunia.
“Jadi, tanaman buah yang sudah hilang dan sulit ditemukan, ada di Mekarsari,” katanya, belum lama ini.
Menurutnya, selain menjaga kelestarian buah di Indonesia, Mekarsari juga memberikan edukasi kepada pengunjung untuk mengenal beraneka macam buah yang ada di Indonesia.
Firman menjelaskan, Mekarsari akan menyiapkan program yang dikhususkan untuk mengenal jenis buah langka dan mencicipinya.
Buah Gayam. -Foto: Tommy Abudullah
“Pengunjung bisa ikut program petualangan kebun. Dengan harga tiket Rp70 ribu, pengunjung mendapatkan materi edukasi dan dapat mencicipi buah yang sedang panen,” tuturnya.
Kalau ada buah langka yang sedang panen, lanjutnya, boleh untuk dicicip. “Tapi, tidak semua buah langka bisa dimakan. Ada yang bisa dimakan seperti Lobi-lobi, Menteng, Kemang, Jamblang dan Salak Hutan”, katanya.
Menurutnya, buah langka rasanya unik. Dijamin pengunjung tidak akan melupakan pengalaman mencicipi buah langka. Selain buah langka Indonesia, Mekarsari juga memiliki jenis buah lain dari berbagai negara di dunia.
“Pengunjung juga dapat merasakan sensasi buah dari negara lain, seperti Cupa-cupa dari Brazil, Cannon Ball dari Afrika dan Sawo Mamey dari Amerika Tengah,” ujarnya.
Baca Juga
Lihat juga...