Buka Bersama Ala Makkah Digelar Pekan Depan

Editor: Koko Triarko

284
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, usai menjadi Irup Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Eks IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018). 

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan buka bersama ala budaya Makkah dan Madinah di dua masjid besar di Jakarta, akan digelar pekan depan.

“Diputuskan kemarin dilaksanakan di JIC dan di Masjid Raya Hasyim Asyari,” ujar Sandiaga, di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Dia menjelaskan, konsep buka puasa ala Makkah dan Madinah itu diterapkan untuk mencegah antrean panjang atau rebutan makanan berbuka yang biasa terjadi.

Menurut Sandi, budaya berbuka puasa ala Makkah dan Madinah menggunakan konsep melayani. “Kita akan buat sebuah kegiatan yang sebetulnya sangat biasa, tapi bedanya untuk memberikan makanan kepada para jemaah itu kita duduk dan dilayani seperti di Makkah dan Madinah,” katanya.

Sebelumnya, Sandi menyebut, tradisi berbuka puasa bersama ala Makkah dan Madinah, akan menciptakan suasana antre yang tertib. Sejumlah perusahaan nantinya akan memilih area yang ditentukan, lalu menempati lapak yang dipersiapkan.

“Ya, kalau di Makkah dan di Madinah itu tidak antre. Dilayani. Ada area-area yang langsung di-booking oleh saudagar-saudagar besar, oleh perusahaan-perusahaan besar mereka, berlomba-lomba untuk mengambil area tersebut sebagai area buka puasa,” katanya.

Namun, Sandi belum bisa memutuskan kapan wacana itu terealisasikan. Rencananya, keputusan tersebut akan segera dia sampaikan setelah menjalani ibadah umrah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana meniru kebiasaan buka puasa bersama di Mekah dan Madinah pada Ramadan tahun ini. Tak hanya Sandiaga, Gubernur DKI, Anies Baswedan juga menginisiasi kegiatan buka bersama selama Ramadan tahun ini. Kegiatan buka bersama bekerja sama dengan sejumlah lembaga, yakni Dompet Dhuafa dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Kami tidak ingin ada warga yang merasakan lapar di Ibu Kota, (dan) mulai sekarang (kami) di bulan puasa dengan menyiapkan buka puasa bagi semua. Dan, sekarang dimulai dari RW-RW yang masuk kategori padat, masyarakatnya mayoritas miskin dan jumlahnya kira-kira 223 RW,” kata Anies, Selasa (15/5).

Baca Juga
Lihat juga...