Buku Agama dan Novel Laku Keras di Mataram

Editor: Satmoko

260

MATARAM – Ribuan koleksi buku dengan berbagai jenis dan tema dihadirkan dalam acara pameran buku Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat di pelataran Islamic Center Mataram.

Dari ribuan koleksi buku yang dipamerkan, buku-buku agama dan novel paling banyak diminati pengunjung untuk dibeli, terutama kalangan remaja dan pelajar yang datang berkunjung.

“Kalau saya beli buku, dari dulu paling suka novel, terutama novel karya Habiburrahman dan sejumlah novel karya penulis fenomenal lain,” ujar Firman, warga Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (19/5/2018).

Firman (kanan) saat hadir di acara pameran buku Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center Mataram/Foto : Turmuzi

Menurutnya, novel lebih disukai untuk dibaca, selain karena kisah yang diangkat selalu membuat penasaran untuk terus dibaca, gaya penulisan juga lebih ringan, enak dibaca serta mudah dipahami dibandingkan buku lain.

Tidak heran, novel termasuk buku paling banyak diminati untuk dibeli dan dibaca, khususnya kalangan remaja, karena ditulis dengan kemasan bahasa yang ringan.

Berbeda dengan Wawan, santri salah satu pondok pesantren di Kota Mataram datang ke acara pameran untuk membeli buku mata pelajaran agama sebagai bahan belajar di sekolah.

“Katanya buku-buku yang dipamerkan di IC murah-murah, makanya sengaja datang sore untuk membeli, sambil menunggu waktu berbuka puasa,” katanya.

Syahwaludin panitia pameran buku mengatakan, pameran buku yang diselenggarakan di acara PKR akan berlangsung sejak 17 Mei sampai 10 Juni mendatang.

Panitia pameran menyediakan ribuan judul buku, dengan buku-buku yang dipamerkan paling murah harganya Rp 5 ribu dan paling mahal Rp 3,2 juta yang melibatkan 25 penerbit pada PKR tahun ini.

“Buku-buku tentang agama dan novel cukup banyak peminatnya, selain itu, di pameran buku Islam juga ada vcd film kartun untuk anak,” katanya.

Ditambahkannya, buku-buku di Pulau Lombok harganya mungkin saja lebih mahal dibandingkan buku-buku di Jakarta. Jadi ketika ada buku dibawa langsung dari Jakarta, maka harganya otomatis malah turun murah, sehingga masyarakat senang dan banyak yang membeli. Apalagi dalam event seperti pameran buku kali ini.

Baca Juga
Lihat juga...