Bulan Puasa, Rumah Makan Tetap Buka Siang Hari

Editor: Satmoko

283

LAMPUNG – Selama bulan suci Ramadan sejumlah rumah makan di wilayah kecamatan Bakauheni Lampung Selatan masih tetap beroperasi dengan berjualan makanan seperti hari biasa.

Sintia (35) salah satu pedagang makanan di Jalan Lintas Sumatera KM 3 Bakauheni menyebut dirinya tetap buka untuk melayani kebutuhan pelanggan. Selain itu ia menyebut di wilayah tersebut tidak ada larangan sejumlah rumah makan untuk tidak beroperasi saat siang hari.

Sintia menyebut, selama beberapa tahun terakhir tidak pernah ada sweeping dari organisasi massa (ormas) yang melakukan razia termasuk dari instansi pemerintah. Di wilayah Bakauheni  merupakan wilayah pintu gerbang pulau Sumatera yang memiliki kesibukan selama 24 jam non-stop.

Sebagai wilayah yang plural ia bahkan menyebut banyak pengendara yang tidak berpuasa dan membutuhkan makan pada siang hari.

“Banyak masyarakat yang melintas di Jalinsum bukan hanya beragama Islam saja, melainkan beragama lain yang tidak sedang berpuasa dengan kebutuhan makan pada siang hari,” terang Sintia, salah satu pemilik warung di Jalan Lintas Sumatera Bakauheni, saat ditemui Cendana News, Sabtu (19/5/2018).

Sunanti, pedagang kuliner di Penengahan Lampung Selatan menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa [Foto: Henk Widi]
Sintia juga menyebut, selama ini tidak pernah ada masyarakat yang komplain dengan bukanya sejumlah rumah makan dengan konsep serba sepuluh ribu (Serbu). Puluhan rumah makan dengan konsep serbu yang buka  bahkan melakukan proses menutup warung menggunakan tirai sehingga tidak terlihat dari luar aktivitas warung yang melayani konsumen yang tengah makan.

Ia juga menyebut tidak kuatir akan ada razia rumah makan yang buka siang hari karena selama ini tidak ada surat edaran terkait larangan warung makan buka di siang hari.

Meski tidak ada edaran tersebut Sintia menyebut, sudah ada imbauan lisan dari pihak desa dan kecamatan agar menggunakan penutup tirai supaya aktivitas di dalam tidak terlihat masyarakat umum.

Ia juga menyebut tidak khawatir mengalami penurunan omzet dengan penghasilan setiap hari umumnya bisa mencapai Rp3 juta dalam beberapa hari selama Ramadan berkisar hanya Rp2 juta. Pembeli nasi dengan konsep serba sepuluh ribu  akan kembali normal setelah hari raya Idul Fitri.

Selain Sintia, pemilik warung makan di Jalan Lintas Timur Sumatera pedagang lain bernama Heny juga menyebut, di wilayah tersebut masyarakat lebih toleran. Selama beberapa tahun terakhir sejumlah rumah makan tetap buka di siang hari selama bulan puasa dengan tetap menggunakan tirai.

Kegiatan perekonomian di wilayah tersebut yang berada di dekat pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) dan PT.ASDP Indonesia Ferry Bakauheni  membuat kebutuhan akan kuliner tetap berjalan.

“Kami tetap buka selama siang hari karena memenuhi kebutuhan pelaku usaha di sektor jasa ekspedisi terutama yang tidak berpuasa,” papar Heny.

Selain menyiapkan menu makan siang warung makan miliknya juga tetap menyediakan menu berbuka puasa. Menu berbuka puasa tersebut  berupa hidangan makanan ringan hingga minuman ringan tradisional untuk takjil.

Jelang sore hari sejumlah rumah makan dan penjual makanan berbuka puasa di sepanjang Jalan Lintas Sumatera terutama di sejumlah titik yang ramai menjadi tempat ngabuburit sebelum berbuka puasa.

Sejumlah warung makan di Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur masih tetap buka dengan diberi tirai [Foto: Henk Widi]
Sunanti (35) salah satu pedagang makanan untuk berbuka puasa menyebut, selama beberapa hari ini dirinya berjualan menu berbuka puasa. Meski sudah membuat menu tersebut sejak siang hari, ia mulai memajang dagangan tersebut semenjak pukul 17.00 WIB hingga menjelang Maghrib.

Ia bahkan menyambut positif kondisi di wilayah Lampung Selatan yang kondusif tanpa adanya razia dan larangan berjualan makanan saat siang hari.

Lihat juga...

Isi komentar yuk