Bulog Sumbar Datangkan Daging Beku Impor

Editor: Koko Triarko

212
Kepala Bulog Divre Sumbar, Suharto Djabar/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sumatera Barat, telah mengambil langkah untuk memenuhi kebutuhan dan mengendalikan harga komoditas selama Ramadan, nanti. 

Kepala Bulog Divre Sumbar, Suharto Djabar, mengatakan sejumlah komoditas telah distok oleh Bulog, termasuk daging beku impor yang merupakan daging kerbau ternakan.

Ia menjelaskan, untuk pemasaran daging beku impor dari India dan Australia itu, Bulog akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat, terkait aman atau tidaknya mengkonsumsi daging kerbau.

“Tentu kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu. Supaya nanti masyarakat tidak merasa aneh untuk mengkonsumsi daging kerbau,” katanya, Senin (14/5/2018).

Suharto mengatakan, daging kerbau yang diimpor itu merupakan kerbau ternakan seperti sapi, dan bukan kerbau pekerja seperti kerbau sawah atau kerbau pedati. Sehingga rasa daging kerbau itu terasa lembut, sama dengan rasa daging sapi.

Ia menyatakan, kehadiran daging impor jenis daging kerbau itu, bukan untuk mengacaukan kondisi harga daging sapi yang ada di tingkat pedagang pasar. Tapi, sebagai alternatif masyarakat bagi yang minim dana untuk membeli daging sapi segar yang kini harganya Rp120 ribu per kilogram. Sementara daging beku impor hanya Rp80 ribu per kilogram.

“Daging beku itu akan tiba bertahap, per tahapnya akan sampai 14 ton, dan disebarkan ke sejumlah daerah di Sumbar”, sebutnya.

Bulog mengaku belum bisa memastikan apakah stok daging beku impor akan ditambah masuk ke Sumbar. Karena untuk memastikan penambahan daging impor itu, perlu melihat kondisi minat masyarakat terhadap daging beku impor tersebut.

“Pastinya daging beku itu proses pemotongannya dilakukan sesuai syariat Islam dan tentu halal. Lalu, daging beku kerbau itu juga sehat untuk konsumsi,” ujarnya.

Suharto juga memastikan, bahwa kondisi harga daging di Sumbar menjelang dan selama Ramadan nanti diperkirakan akan normal. Sebab, saat ini dengan harga Rp120 per kilogram, merupakan harga normal yang belum berubah dari dua tahun terakhir.

Hal tersebut juga menjadi alasan Bulog menghadirkan ke pasar daging beku jenis daging kerbau, dengan harga yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan melalui Harga Eceran Tertinggi (HET), bahwa harga daging beku tidak boleh melebihi Rp80 ribu per kilogram.

“Jadi, kalau masyarakat hanya punya dana tipis bisa beli daging beku kerbau ke Bulog. Karena memang target pasar kita adalah masyarakat menengah ke bawah,” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.