Cok Rat Ajak Kaum Muda Gandrungi Permainan Tradisional

Editor: Satmoko

316

DENPASAR – Anggota DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi atau biasa disapa Cok Rat, mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam upaya melestarikan budaya.

Cok Rat mengatakan banyak permainan tradisional masyarakat Bali yang bisa dijadikan permainan/game seperti layaknya permainan di aplikasi modern.

Kakak dari Menteri Koperasi AA Gede Ngurah Puspayoga ini mencontohkan misalnya salah satu permainan tradisional Ceki yang bisa dikomparasikan dengan kemajuan teknologi yang berkembang begitu pesat.

“Coba buatkan Ceki itu di aplikasi berupa game seperti di handphone pasti tidak kalah seru dengan game modern lain,” ucap Cok Rat saat menggelar diskusi dengan para mahasiswa di Bali, Sabtu (19/5).

Suasana diskusi Cok Rat dengan para mahasiswa di Denpasar.-Foto: Sultan Anshori.

Karena menurutnya, Ceki tersebut sangat digandrungi oleh sebagian besar masyarakat Bali bahkan sejak zaman kerajaan. Meski  tidak dapat dipungkiri sebagian orang masih menganggap sebagai sarana untuk berjudi.

Tapi ia kembali menegaskan hal itu tidak benar. Menurutnya, Ceki bisa dikategorikan sebagai permainan bernilai rekreasi yang bisa mengundang antusiasme masyarakat. Oleh sebab itu ia selaku Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Daerah Bali juga tergerak untuk menyelamatkan citra ceki di mata publik dengan mendaftarkan Ceki sebagai permainan yang layak dikonsumsi untuk masyarakat luas.

“Ceki itu permainan mengadu ketangkasan serta kebijaksanaan setiap pemain. Oleh sebab itu, untuk mengurangi citra perjudian dalam Ceki, maka harus diusung sebuah sistem yang dapat menentukan pemenang, misalnya dalam sebuah turnamen.

Nantinya sistem yang digunakan adalah akumulasi poin yang didapat oleh pemain. Sistem ini justru memberikan sensasi tersendiri bagi pemain. Pasalnya selain menyusun strategi agar mendapat poin, mereka juga harus memperhatikan pergerakan poin lawan. Dan tentu bagi pemenang diberikan hadiah,” imbuh lelaki berusia 73 tahun ini.

Seperti diketahui, Ceki merupakan permainan rakyat yang berasal dari China. Permainan ini masuk ke Bali pada saat era kerajaan. Permainan ceki ini biasanya dilakukan oleh masyarakat untuk menghilangkan rasa suntuk saat begadang di rumah warga tatkala melakukan upacara adat dengan menggunakan kartu.

Sayangnya citra buruk mencoreng citra permainan ini, sebab dianggap sebagai salah satu ajang perjudian massal.

 

Baca Juga
Lihat juga...