Cristian Gonzales Jadi Role Model Pemain PSS

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

263

SLEMAN — Sosok striker kawakan Cristian Gonzales masih menjadi daya tarik banyak klub tanah air, salah satunya PSS Sleman. Namun keberadaannya di Sleman tidak sesuai harapan menyusul adanya polemik yang melibatkan sang striker dengan klubnya, Madura United.

Persoalan Gonzales dengan Madura United membuat status sang pemain menggantung. Kini ia belum bisa dimainkan membela PSS setelah peminjamannya ditarik kembali. Padahal, PSS membutuhkan kontribusi Gonzales untuk menjaga kans meraih tiket promosi Liga 1.

Gonzales sendiri tetap berlatih bersama rekan setimnya. Ia bahkan mengaku setia bersama PSS Sleman yang memberikan kesempatan bermain. Ia juga senang dengan atmosfer di Sleman termasuk dukungan dari fans setia Super Elang Jawa.

“Saya tidak bisa banyak bicara soal kasus dengan Madura United, tapi saya senang di sini. Sebagai pemain profesional saya tetap berlatih bersama tim seperti biasa,” ucap Gonzales, Rabu (16/5/2018).

Sikap tersebut diacungi jempol oleh psikolog PSS, Kumala Windya. Ia menyebut sosok Gonzales menjadi role model bagi pemain lainnya. Ia ingin anak asuh Seto Nurdiyantara belajar dari Gonzales tentang banyak hal, seperti bagaimana mengontrol emosi maupun mengontrol tenaga.

“Gonzales cukup bagus mengontrol emosi. Ia juga bisa mengontrol tenaganya di usia yang sudah tidak muda lagi. Di PSS, Gonzales dijadikan role model untuk pemain lain. Saya minta pemain banyak belajar dari dia. Bahkan sekarang lambat laun pemain yang semula resisten sudah bisa belajar,” katanya.

Kumala Windy
Kumala windy, Psikolog PSS Sleman. Foto: Sodik

Kumala Windy menjelaskan, pengelolaan emosi menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan dalam skuad Super Elang Jawa. Saat ini pengelolaan masih dalam tahap proses. Ia menyebut hal itu tidak mudah dilakukan karena tim terdiri dari banyak pemain.

“Di tim kan banyak orang, saat yang saatu mulai stabil yang lainnya tidak. Akibatnya yang tadi stabil ikut tidak stabil lagi. Sekarang masih berproses, tapi Insha Allah bisa,” tegasnya.

Ia menambahkan, jelang duel kontra Martapura FC, kondisi mental pemain sudah jauh lebih siap dibanding pekan sebelumnya. Di mana PSS mengalami fase yang sangat berat setelah kekalahan di kandang dan hasil seri dari lawatan ke Gresik.

“Sekarang kondisinya sudah cukup baik, harapannya masih bisa bertahan. Saya sebagai psikolog tim lebih banyak melakukan pendekatan personal, untuk yang classical dihandle coach Seto,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.