Dalam Sepekan, Penderita DB di Pekanbaru Bertambah Lima Orang

206
Kesehatan, ilustrasi -Dok: CDN

PEKANBARU – Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyebutkan, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue di daerahnya terus meningkat setiap minggunya, bahkan dalam satu minggu jumlah penderita bertambah lima orang.

“Kalau dibiarkan seperti ini, akan terus berbahaya. Jumlah korbannya terus bertambah,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Surya Delfiria, di Pekanbaru, Rabu (30/5/2018).

Surya menjelaskan, bahwa sampai saat ini jumlah penderita Demam Berdarah Dengue di Pekanbaru sampai pekan ke-21 di 2018 mencapai 127 orang. Jumlah tersebut meningkat lima kasus. Pada pekan lalu, jumlah penderita DBD ialah sebanyak 122 orang.

Dijelaskan Surya, bahwa Kecamatan Tenayan Raya menjadi penyumbang terbesar dengan total 25 kasus. Kemudian disusul Kecamatan Tampan dengan 23 kasus dan Kecamatan Payung Sekaki dengan 19 kasus. Tiga Kecamatan tersebut dijelaskan Surya terus mengalami peningkatan dalam penderita DBD tiap pekannya.

Selain itu, tingginya kasus DBD juga disumbang oleh Kecamatan Marpoyan Damai dengan total 12 kasus, dan Kecamatan Bukit Raya 10 kasus. Kemudian Kecamatan Sukajadi juga terdapat 8 kasus DBD.

Surya menambahkan, musim hujan yang terus mengguyur Kota Pekanbaru selama beberapa pekan terakhir ditengarai menjadi penyebab tingginya jumlah korban DBD di kawasan tersebut. Hal ini diperparah dengan kondisi lingkungan yang kurang terjaga, sehingga sangat sesuai bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak.

“Hujan terus terjadi selama beberapa hari ini. Ditambah kawasan pemukiman yang tak terjaga. Maka, ini menjadi penyebab tingginya kasus itu,” imbuhnya. Kecamatan selanjutnya yang juga mengalami peningkatan dalam jumlah kasus DBD ialah Kecamatan Pekanbau Kota dan Kecamatan Limapuluh, yang masing-masingnya terdapat 7 kasus. Salain itu, Kecamatan Senapelan 6 kasus, Rumbai Pesisir 5 kasus serta Kecamatann Rumbai 3 kasus. Sedangkan Kecamatan paling sedikit penderita DBD ialah kecamatan Sail dengan total 2 kasus. Dari total keseluruhan kasus DBD di Pekanbaru, sudah 2 orang meninggal akibat penyakit tersebut.

Surya mengaku, Dinkes terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat untuk membudayakan hidup bersih dan sehat. Pasalnya, mencegah sebelum terjadinya penyakit tersebut adalah langkah terbaik dalam memerangi DBD.

Selain itu, dikatakan Surya, bahwa pihak Dinkes juga menggencarkan peran kader juru pemantau jentik atau Kader Jumantik untuk tiap rumah, guna mengajarkan masyarakat langkah dalam pencegahan penyakit tersebut.

“Kita terus berupaya untuk menekan angka kasus DBD tersebut. Tapi, kami butuh dukungan semua pihak, terutama masyarakat agar dapat menerapkan pola hidup bersih,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk