Dalang Kondang Ki Enthus Meninggal Dunia

Editor: Mahadeva WS

607

JAKARTA – Dalang kondang dan terbaik yang dimiliki Indonesia Ki Enthus Susmono meninggal dunia, Senin (14/5/2018). Bupati Tegal yang tengah tidak aktif karena dalam posisi sebagai pertahana itu mengembuskan napas terakhir di usia 52 tahun.

Ki Enthus Susmono Bupati Tegal periode 2014-2019 (Foto Istimewa)/ Ahmad Sekhu

“Telah meninggal dunia Bupati Tegal Bp. H. Enthus Soesmono pd hari ini Senin 14 Mei 2018 pk. 19.10 wib dlm usia 52 th wib di RS. Soesilo Slawi,” demikian isi pesan singkat WhatsApps dari sesepuh seniman Tegal Yono Daryono kepada Cendana News, Senin (14/5/2018) malam.

Rencananya, jenazah Ki Enthus akan dimakamkan pada Selasa (15/5/2018). Enthus Susmono dikenal sebagai dalang kondang dan dibesarkan di lingkungan keluarga dalang. Dia adalah anak semata wayang dalang wayang golèk Tegal Soemarjadihardja dengan istri ke-tiga bernama Tarminah. Dari sisi keluarga, kakek moyang Ki Enthus  bernama R.M. Singadimedja dikenal sebagai dalang terkenal dari Bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram.

Sejak 8 Januari 2014, Dia dilantik sebagai Bupati Tegal untuk periode 2014-2019. Karena ketokohannya di dunia pedalangan, pada 2005, Dia menerima gelar Doktor Honoris Causa di bidang seni-budaya dari International Universitas Missouri, U.S.A dan Laguna College of Bussines and Arts, Calamba, Philippines (2005).

Berbagai penghargaan sudah diraih, salah satunya menjadi Dalang Terbaik di Indonesia pada Festival Wayang Indonesia 2005. Selain itu, ratusan karyanya juga tersimpan dalam museum antara lain di Belanda, Jerman, dan New Mexico.

Kiprahnya dalam dunia pewayangan dikenal sebagai sosok kreatif, inovatif serta intensitas eksplorasi yang tinggi. Pikiran dan darah segarnya mampu menjawab tantangan dan tuntutan yang disodorkan oleh dunia pewayangan. Ia adalah salah satu dalang yang mampu membawa pertunjukan wayang menjadi media komunikasi dan dakwah secara efektif.

Pertunjukan wayangnya kerap dijadikan sebagai ujung tombak untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat seperti, kampanye anti-narkoba, pencegahan HIV/Aids, HAM, Global Warming, program KB, pemilu damai, dan lain-lain.

Di samping itu Dia juga aktif mendalang di beberapa pondok pesantren melalui media Wayang Wali Sanga. Kemahiran dan kenakalannya mendesain wayang-wayang baru atau kontemporer seperti wayang George Bush, Saddam Hussein, Osama bin Laden, Gunungan Tsunami Aceh, Gunungan Harry Potter, Batman, wayang alien, wayang tokoh-tokoh politik, membuat pertunjukannya selalu segar, penuh daya pikat, dan mampu menembus beragam segmen masyarakat.

Ribuan penonton selalu membanjiri saat ia mendalang. Keberaniannya melontarkan kritik terbuka dalam setiap pertunjukan wayangnya, memosisikan tontonan wayang bukan sekadar media hiburan, melainkan juga sebagai media alternatif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Baca Juga
Lihat juga...