banner lebaran

Defisit Neraca Perdagangan Indonesia Dipengaruhi Pembangunan Infrastruktur

Editor: Mahadeva WS

181
Menkoperekonomian Darmin Nasution saat jumpa pers di Jakarta – Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai defisit meraca perdagangan Indonesia sepanjang April 2018 banyak dipengaruhi berbagai kegiatan pembangunan. Salah satu diantaranya adalah proyek pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur yang kini semakin giat dilakukan Pemerintah.

Penilaian tersebut merupakan respon dari hasil laporan BPS Pusat yang menyebut sepanjang April 2018 nilai neraca perdagangan Indonesia dilaporkan mengalami defisit atau menurun sebesar 1,63 miliar Dolar Amerika (USD).

Menurut Darnin, defisit atau penurunan neraca perdagangan Indonesia banyak dipengaruhi kenaikan impor beberapa komoditas yang berhubungan dengan kegiatan pembangunan infrastruktur. “Pemerintah sedang giat membangun berbagai proyek  infrastruktur, begitu juga dengan investasi non infrastruktur berasal dari pihak swasta juga sedang tumbuh, hal tersebut sangat membutuhkan arus barang modal dan bahan baku sehingga mempengaruhi tingginya defisit neraca perdagangan Indonesia “ jelasnya, Selasa (15/5/2018).

Tingginya permintaan barang modal dan bahan baku secara otomatis akan meningkatkan kebutuhan barang konsumsi. Sementara, sebagian besar bahan baku dan barang modal untuk pembangunan infrastruktur kebanyakan masih impor atau harus didatangkan dari luar negeri.

Darmin menyebut, defisit neraca perdagangan Indonesia sepanjang April 2018 sebesar 1,63 miliar USD tersebut mengalami kenaikan yang luar biasa atau bisa dibilang tinggi sekali. Namun Dia mengaku optimis bahwa secara keseluruhan perkembangan perekonomian Indonesia positif atau tetap tumbuh.

Pemerintah saat ini tengah menggalakan atau mendorong peningkatan ekspor. Salah satu tujuannya untuk mengurangi tingginya defisit neraca perdagangan. Dengan meningkatnya ekspor maka secara otomatis akan mengimbangi atau berdampak positif dalam mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia.

“Dengan mendorong peningkatan ekspor tentu akan mempengaruhi penurunan defisit neraca perdagangan kita dengan sejumlah negara. Kalau volume ekspor kita meningkat maka akan memperbaiki neraca perdagangan kita dengan negara lain” pungkas Darnin Nasution.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.