Demo Damai Masyarakat Jayawijaya: Dahulu Daerah ini Aman

234
Ilustrasi miras -Foto: Dokumentasi CDN.

WAMENA — Sejumlah masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua melakukan unjuk rasa damai ke kantor bupati setempat untuk meminta pemerintah memberikan perlindungan atas berbagai aksi kekerasan seperti pencurian sepeda motor dengan kekerasan, dan mencegah peredaran minuman beralkohol ilegal di wilayah itu.

Koordinator unjuk rasa Robi Lokobal di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa, mengatakan persoalan-persoalan yang mendorong mereka meminta perhatian pemerintah adalah terkait peredaran minuman keras ilegal, narkotika, seks bebas, pencurian dan kekerasan hingga kemahalan harga tiket pesawat.

“Dahulu daerah ini aman, nyaman, namun saat ini banyak sekali kasus kriminal, orang mabuk, pencurian dengan kekerasan dan banyak lagi yang mengganggu keamanan sehingga kami solidaritas menuntut agar masalah ini segera disikapi untuk meminimalisir angka-angka kriminal,” katanya.

Mereka juga mengajak warga Jayawijaya tidak terpancing dengan aksi teroris yang terjadi di Surabaya dan membiarkan persoalan itu diselesaikan oleh aparat penegak hukum.

Sekitar 20-an pendemo itu membawa beberapa spanduk yang bertuliskan “stop miras dan narkoba”, “kami minta pembangunan polsek di Pasar Misi dan “stop perjudian, stop membawa alat tajam di wilayah kota, serta memohon pemerintah memantau aktivitas maskapai yang menaikan harga tiket pesawat,”.

Penjabat Sementara Bupati Jayawijaya Doren Wakerkwa mengatakan sebagai tindaklanjut aspirasi tersebut, ia akan berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan.

“Kami akan terus menindaklanjuti permasalahan yang terjadi, seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat,” katanya.

Doren Wakerkwa mengatakan persoalan minuman keras sudah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua yaitu dengan dikeluarkannya peraturan daerah tentang larangan peredaran minuman beralkohol.

“Perda ini seharusnya berlaku untuk seluruh Provinsi di Papua, sehingga aparat keamanan setempat harus berperan penting dalam mengantisipasi hal ini,” katanya.

Muspida yang hadir untuk menerima aspirasi masyarakat tersebut misalnya Penjabat Sementara Bupati Doren Wakerkwa, Ketua DPRD Jayawijaya Petrus Taufik Latuihamallo, Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, Sekda Jayawijaya Yohanis Walilo serta perwakilan Dandim 1702/Jayawijaya.[ant]

Baca Juga
Lihat juga...