Desa Mandiri Lestari Jadikan Mbah Parto Miliki Kamar Mandi

Editor: Satmoko

246

 

YOGYAKARTA – Setelah Desa Trirenggo, Bantul, kemudian Desa Argomulyo, Bantul, lalu Desa Tamanmartani, Sleman dan terakhir Desa Krambilsawit, Gunung Kidul, Yayasan Damandiri akan menetapkan Desa Kebonagung Imogiri, Bantul, sebagai Desa Mandiri Lestari ke-5 di DIY.

Meski baru akan diresmikan beberapa minggu ke depan, namun keberadaan Desa Mandiri Lestari di Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul sudah mulai dirasakan warga masyarakat sekitar.

Salah satunya seperti dirasakan Mbah Parto Wiarjo (72) asal Dusun Tlogo RT 04 Kebonagung, Imogiri, Bantul.

Mbah Parto Wiarjo. Foto Jatmika H Kusmargana

Mbah Parto Wiarjo merupakan salah satu warga penerima bantuan bedah rumah melalui program Desa Mandiri Lestari. Bersama sejumlah warga kurang mampu lainnya, ia mendapatkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni dari Yayasan Damandiri.

Rumah miliknya yang awalnya kurang layak huni, kini telah selesai dibedah menjadi lebih layak untuk ditinggali. Sudarmin (50) yang merupakan anak kedua dari Mbah Parto Wiarjo menyebut, proses renovasi rumah tersebut berlangsung sejak sekitar 10 hari lalu. Hanya dalam waktu singkat, renovasi rumah pun selesai.

“Dulu belum ada kamar, sekarang sudah ada kamar. Dulu bagian belakang masih berdinding gedek (bambu), sekarang sudah batako. Dulu belum ada kamar mandi, sekarang sudah ada kamar mandi sendiri,” ujarnya, saat ditemui Cendana News, belum lama ini.

Mewakili Mbah Parto Wiarjo, Sudarmin mengaku, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Damandiri. Berkat program Desa Mandiri Lestari, rumah milik orang tuanya yang berukuran sekitar 6×9 meter persegi itu, kini memiliki kondisi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia berharap agar sejumlah program bantuan dapat terus berlanjut.

Rumah milik salah seorang warga penerima bantuan bedah rumah dari Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari di Desa Kebonagung Imogiri. Foto Jatmika H Kusmargana

“Sangat bersyukur sekali. Sekarang sudah jauh lebih bagus. Dulu sebelum ada renovasi, setiap hendak buang hajat, harus pergi ke kamar mandi yang jaraknya lumayan jauh. Tapi sekarang sudah ada kamar mandi sendiri. Jadi tidak perlu nunut lagi. Sumur dan kran juga sudah ada. Semoga program ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Mbah Parto Wiarjo sendiri merupakan salah satu warga miskin di Desa Kebonagung Imogiri. Lansia yang sudah sedikit kehilangan pendengaran dan ingatan ini, sehari-hari hanya tinggal bersama anak bungsunya, Slamet. Keduanya tidak memiliki pekerjaan, sehingga hidupnya lebih banyak ditopang anak lainnya, termasuk Sudarmin.

“Mbah Parto hanya pelihara kambing. Sedang Slamet belum bekerja, jadi ya tidak punya hasil apa-apa,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...