Dinkes Karanganyar Temukan Makanan Kedaluwarsa

Editor: Mahadeva WS

246

SOLO – Memasuki pertengan Ramadan, masyarakat dihimbau berhati-hati saat membeli makanan maupun minuman untuk kebutuhan lebaran.  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, masih menemukan makanan tak layak konsumsi yang dijajakan. 

Temuan didapatkan ketika Dinkes Karanganyar melakukan sidak makanan dan minuman di sejumlah pasar tradisional. Salah satunya ditemukan saat tim memeriksa di Pasar Jungke. Petugas menemukan 70 persen produk bumbu siap saji dalam kondisi tidak layak konsumsi karena sudah kedaluwarsa dan kemasan dalam kondisi rusak.

Pemeriksaan makanan dan minuman di pasar Jongke – Foto Harun Alrosid

“Sidak kali ini untuk mengecek kedaluwarsa, legalitas, kemasan dan fisiknya. Yang kita cek makanan, minuman maupun bahan tambahan untuk makanan dan minuman. Sempat kaget, karena saat memeriksa petugas menemukan bumbu masak siap saji sudah kedaluwarsa dan rusak,” papar Sekretaris Dinkes Karanganyar, Fatkul Munir disela-sela sidak, Jumat (25/5/2018).

Kali ini petugas menemukan 207 bungkus bumbu siap saji tidak layak konsumsi. Ratusan bungkus bumbu siap saji itu ditemukan di tiga pedagang yang ada di Pasar Jungke. “Setelah diketahui sudah kadaluwarsa, dan rusak, petugas meminta untuk tidak dijual. Barang itu kita segel  dan tidak boleh dijual,” tandasnya.

Petugas  juga menemukan makanan mengandung formalin dan pewarna tekstil. Temuan formalin dan pewarna tekstil ini  terdapat  pada  teri nasi, ikan asin, dan mie gandum. Sedangkan cendol merah positif mengandung bahan pewarna merah sintetis. Ada 12 makanan yang dicek oleh petugas dalam kesempatan tersebut.

“Kita sita empat kilogram mie gandum. Kita juga melarang pedagang pasar menjual obat, karena ditaruh di bak terbuka.  Di pasar kan banyak tikus dan hewan lain, kalau tidak higienis justru membahayakan,” imbuhnya.

Sementara itu, tim lain yang memeriksa makanan dan minuman di lokasi lain menemukan sejumlah kemasan makanan minuman yang rusak. Oleh petugas, barang-barang yang kemasannya rusak diminta untuk dikembalikan kepada distributor. “Untuk yang kemasan rusak dikembalikan saja kepada distributor. Minta ganti yang lebih baik,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...