Dinsos Makassar Tertibkan ‘Gepeng’ Selama Ramadan

198
Penertiban gepeng, ilustrasi -Dok: CDN

MAKASSAR – Dinas Sosial Makassar akan melakukan koordinasi dengan Tim Jaga Kota yang ada di setiap kecamatan, untuk menertibkan para gelandangan dan pengemis yang banyak berkeliaran selama bulan Ramadan.

“Biasanya itu kalau bulan Ramadan banyak gelandangan dan pengemis yang muncul, ada di masjid-masjid, dekat pusat perbelanjaan dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Sosial Makassar, Mukhtar Tahir, di Makassar, Rabu (16/5/2018).

Ia mengatakan, di kota Makassar setiap memasuki bulan puasa Ramadan selalu ditemukan banyak gelandangan dan pengemis (gepeng) berkeliaran di mana-mana.

Berdasarkan data gepeng yang banyak didata di tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan gelandangan dadakan itu muncul dan berasal dari beberapa daerah.

“Mungkin mereka berpikir kalau bulan Ramadan itu banyak orang yang suka menyumbang. Makanya, banyak pengemis dadakan dan nanti ini akan kita tertibkan,” katanya.

Mukhtar menyatakan, sejak dirinya menjabat sebagai kepala dinas, pihaknya kemudian membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang untuk menangani masalah gelandangan dan pengemis serta tuna wisma.

Dia mengaku, untuk memaksimalkan kinerja dari TRC Saribattang ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Jaga Kota yang ada di setiap kecamatan agar ikut terlibat dalam menertibkan gepeng tersebut.

“Kita akan koordinasikan dengan Tim Jaga Kota kecamatan. Kalau misalnya ada laporan dan posisi yang dilaporkan jauh dari kita, maka kita akan meminta bantuan tim jaga kota kecamatan untuk menertibkannya,” jelasnya.

Disebutkannya, Dinsos Makassar memiliki satgas khusus untuk persoalan pengamanan gepeng, Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang. Tim ini memiliki personel sekitar 30 orang yang berpatroli setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.

Terkait perubahan jadwal patroli di bulan Ramadan, Mukhtar Tahir belum menyebutkan secara terperinci. Dia lebih menekankan pada koordinasi dengan Tim jaga Kota.

Kan ada Tim Jaga Kota di kecamatan, mereka lebih dekat, kalau mereka menemukan, silakan ambil bawa ke kita (Dinsos). Mereka harus terlibat, jangan cuma lihat lalu menelpon,” ucapnya. (Ant)

Baca Juga
Hadapi Kunjungan Wisman, Sulut Butuh SDM Berkualit... MANADO  - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam menghadapi kunjungan wisatawan mancanegar...
16 Ribu Warga Sangihe Belum Miliki KTP-El TAHUNA --- Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara(Sulut), Ratna Lombongadil mengatakan seki...
Bupati Sangihe: Perda “Hari Tanpa Nasi”... TAHUNA SULUT --- Bupati Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara Jabes Ezar Gaghana mengatakan, program "Dua hari tidak makan nasi" akan segera ditetapkan mel...
Bandara Samrat Siap Tambah Layanan Penerbangan Int... MANADO – PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi (Samrat), masih siap menerima penerbangan internasional. Kondisi bandara tersebut masih sangat memung...
Bawaslu Manado Temukan 1.489 Pemilih DPT Bermasala... MANADO --- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manado, menemukan 1.489 orang yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) setempat, bermasalah. "Pemilih...
Awasi Laut, Pemkab Minahasa Tenggara Libatkan Masy... MINAHASA TENGGARA - Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara melibatkan masyarakat untuk secara aktif mengawasi laut dari ancam...
Bawaslu Minahasa Tenggara Incar Bacaleg Curi Start MINAHASA TENGGARA --- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara menegaskan akan mengincar para bakal calon anggota l...