Direct Call Beroperasi, Volume Muatan Ekspor di Balikpapan Meningkat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

208

BALIKPAPAN — Sejak pelayaran langsung atau direct call berjalan di Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau Balikpapan, pada Maret lalu, tren pertumbuhan kargo terus meningkat. Terbukti dari semula hanya sekitar 20, kini tercatat dari sisi pertumbuhan volume muatan ekspor mencapai 70 kontainer.

Dalam proses pembukaan pelayaran langsung dari Balikpapan ke negara ekspor dibutuhkan waktu yang tak sedikit. Diperlukan waktu tiga tahun bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan PT Pelindo melalui PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) untuk membuka rute ekspor langsung tersebut.

“Kami yakin direct call akan terus berjalan dan perlahan akan tumbuh seiring dengan permintaan. Sekarang masih belum optimal tapi sudah tumbuh signifikan,” ucap Direktur utama PT KKT M Basir, Selasa (22/5/2018).

Dia menuturkan dalam setiap pekannya bisa mengangkut 70 kontainer. Hal itu menunjukkan tren yang positif dalam pertumbuhan pelayaran langsung untuk volume ekspor.

Menurutnya, belajar dari Makassar, sejak pengapalan perdana diperlukan waktu 2,5 tahun untuk mencapai volume ekspor 3 ribu kontainer per bulan dengan skema yang sama.

“Kita belajar dari Makassar, perlu waktu untuk mencapai volume ekspor yang besar,” tandasnya.

Direktur Utama PT KKT M Basir (Paling kanan). Foto: Ferry Cahyanti

Sementara itu, Managing Director of SITC Indonesia Jamie Liu mengungkapkan melihat potensi bisnis, geografis Balikpapan memiliki potensi jangka panjang setelah melihat respons pasar luar dari layanan yang sudah dijalankan.

“Kita coba penetrasi sebulan lebih kemarin hasilnya cukup bagus, tinggal kesiapan kargo saja,” pungkasnya.

Dia menilai, PT KKT masih perlu meningkatkan volume minimal yakni mencapai 100 kontainer tiap pekan. Sejak pengapalan perdana, menurutnya kapal SITC yang umumnya berkapasitas 2.800 teus akan menunggu di Makassar sampai muatan mencukupi kembali. Dimana frekuensi kedatangan kapal nantinya akan menyesuaikan dengan jumlah muatan yang ada.

“Kami akan terus lanjutkan. Apalagi kami sudah ada kantor dan tim di sana yang terus bekerja melakukan penetrasi pasar ,” tambah Jamie.

Terpisah Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan, Yaser Arafat berpendapat bahwa pelayaran ekspor langsung akan memberikan kontribusi positif bagi kinerja ekspor di Kaltim. Apalagi Kurs dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp 14 ribu juga membuka kesempatan bagi para eksportir lokal memacu ekspor mereka.

“Ini wajib dimanfaatkan pengusaha lokal, ini peluang bagi eksportir,” tandasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk