Disdag NTB Pastikan Stok Bapok Aman dan Harga Stabil

Editor: Koko Triarko

258
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani/Foto: Turmuzi

MATARAM – Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan ketersediaan sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) hingga lebaran mendatang tetap aman dan harga stabil.

“Kalau masalah ketersediaan sejumlah bapok, masyarakat tidak usah panik, Pemda NTB jamin aman dan memastikan tidak akan sampai terjadi lonjakan harga”, kata Kepala Disdag NTB, Hj. Putu Selly Andayani, di Mataram, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya, untuk daging ayam, karena tidak ada kebijakan pengurangan suplai ayam usia sehari atau day old chicks (DOC), maka tidak ada alasan pedagang menaikkan harga, yang ada harga ayam justru turun dari Rp42.000 per kilogram menjadi Rp38.000 sampai Rp36.000.

Khusus di Kota Mataram, untuk daging sapi, Pemda menyiapkan dan menyediakan dua pilihan, yakni daging sapi beku atau daging sapi segar. Daging beku Rp80.000 per kilogram, dan daging segar Rp110.000 sampai Rp130.000. Di Pulau Sumbawa, harga daging sapi berkisar antara Rp90.000 sampai Rp100.000 per kilogram.

“Untuk penyediaan daging beku seperti daging ayam, sapi dan daging kerbau beku hanya dilakukan di Kota Mataram, kalau luar Mataram tidak bisa, karena keterbatasan books”, katanya.

Selain, itu juga karena yang banyak membutuhkan masyarakat kota Mataram dan lebih heterogen, di samping hanya Mataram juga yang memiliki supermarket.

Selly menambahkan, penyediaan daging beku sebagai salah satu bentuk intervensi, karena kalau tidak beku pasti harga daging sapi luar NTB akan naik menjadi Rp120.000 per kilogram, sehingga pemerintah memberikan pilihan berupa daging beku atau daging segar.

Menurutnya, stabilnya harga sejumlah kebutuhan bapok dan terus diadakan pasar murah, membuktikan stok aman, sehingga masyarakat juga tidak perlu panik. Distributor dan pasar modern yang diajak kerja sama dalam kegiatan pasar murah juga diuntungkan, semua isi gudang keluar.

“Selain harga daging, harga bapok lain seperti bawang juga turun dari Rp40.000 menjadi Rp 0.000 sampai Rp20.000 per kilogram, tomat Rp10.000 per kilo, termasuk harga bapok lain relatif masih stabil, belum ada kenaikan signifikan”, katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB yang juga Kepala Bank Indonesia Wilayah NTB, Achris Sarwani, memastikan ketersediaan stok pangan di NTB sampai sejauh ini masih aman.

“Ketersediaan stok pangan kita secara menyeluruh masih aman sampai 17 bulan ke depan, stok di Bulog itu juga masih aman, provinsi juga punya stok 139 ton”, katanya.

Baca Juga
Lihat juga...