Disdik Siap Tindaklanjuti Pendirian Sekolah di Doreng

Editor: Mahadeva WS

308

MAUMERE – Dinas Pendidikan Provinsi NTT siap menindaklanjuti usulan masyarakat Kecamatan Doreng untuk mendirikan sekolah SMA Negeri di kecamatan tersebut. Hal itu dinilai menjadi bagian dari kesadaran untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.

Jhonny Lendes kepala seksi SMA UPT wilayah IX Sikka dan Flores Timur dinas Pendidikan provinsi NTT. Foto : Ebed de Rosary

“Kami tidak ada persoalan kalau semua persyaratan sudah dipenui kami siap melakukan survei untuk membuat suatu telaah dan siap diusulkan untuk dikeluarkan izin pendirian sekolah ini,” tegas Kepala Seksi SMA UPT wilayah IX Sikka dan Flores Timur Dinas Pendidikan Provinsi NTT Jhonny Lendes, Kamis (24/5/2018).

Menurutnya, untuk pembangunan sekolah baru pihaknha hanya berwenang melakukan survey dan melakukan kajian. Hal itu dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan panitia atau penyedia jasa yang sudah mengajukan proposal.

“Kewenangan kami melakukan studi kelayakan termasuk kehadiran sekolah pendukung, tanah yang disiapkan untuk lokasi sekolah, tenaga pendidik, surat pernyataan yang ditandatangani semua kepala desa dan camat serta ada proses pembelian lahan,” tambahnya.

Khusus untuk di Kecamatan Doreng, Jhonny menyebut, pihaknya belum melakukan survey. Hal itu dikarenakan tidak mungkin dalam pendirian sekolah ada dua panitia dan dua proposal. “Persoalan tanah bukan merupakan sebuah persoalan asal tanahnya ada di Doreng dan sudah disepakati oleh satu panitia sehingga kami meminta agar hanya ada satu panitia bukan dua panitia seperti yang terjadi saat ini,” harapnya.

Hasil kajian dari UPT wilayah IX Sikka dan Flores Timur Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti pemerintah. Oleh karenanya, bila di selesaikan dengan cepat, maka bisa masuk pada tahapan berikutnya yakni penerimaan siswa  baru.

“Kalau gedungnya belum dibangun tentu harus dilihat dulu sekolah mana yang siap menampung untuk sementara siswa baru di sekolah ini. Pada intinya kami tidak ada masalah dan siap menindaklanjuti ususlan masyarakat,” ucapnya.

Anggota DPRD Sikka Hengky Rebu pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) pendirian sekolah di Kecamatan Doreng, secara tegas meminta agar dualisme panitia dapat segera dilebur menjadi satu panitia. Dan panitia harus peleburan tersebut bisa segera membuat proposal usulan ke Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

“Kedua panitia yang sudah terbentuk dan sudah mengajukan proposal usulan pendidiran sekolah harus duduk bersama dengan difasilitasi camat agar bisa menghasilkan kesepakatan. Jangan sampai ada pihak yang mendukung dan menolak pembangunan sekolah ini,” tandas anggota Fraksi Partai Golkar tersebut.

Anggota Dewan lainnya, Yani Makin secara tegas meminta masyarakat ikut terlibat dan berpartisipasi dalam mengembangkan dunia pendidikan. Keterlibatannya bukan hanya sekedar mengusulkan pembangunan sebuah sekolah baru saja.

“Nanti kalau sekolah sudah didirikan,masyarakat juga harus ikut berpartisipasi agar mutu dan pelayanan serta kesejahteraan tenaga pendidik diperhatikan.Masyarakat jangan mengeluh saat membayr uang sekolah dan menunggaknya,” pungkas anggota Fraksi Nasdem tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...