banner lebaran

Disperindag Sumbar Tetapkan 11 Lokasi Pasar Murah

Editor: Koko Triarko

217
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sumbar, Zaimar/ Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan sebelas kegiatan pasar murah sebagai upaya mengantisipasi gejolak harga pangan yang rentan terjadi pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sumbar, Zaimar, mengatakan ada sebelas pasar murah yang dilaksanakan dan tersebar di sejumlah titik berbeda.
Seperti untuk di Kota Padang ada sepuluh lokasi, dan di Kabupaten Padang Pariaman satu lokasi. Sementara terkait waktu pelaksanaannya bergiliran, dimulai 21 Mei sampai 5 Juni 2018.

“Jadi, untuk setiap pasar murah itu rata-rata dilaksanakan dengan waktu selama dua hari untuk di satu titik lokasi. Selanjutnya pindah ke lokasi baru sesuai jadwal,” katanya, Rabu (16/5/2018).

Pasar murah diselenggarakan di dekat permukiman warga, yang rata-rata memang berekonomi lemah. Seperti di daerah pinggiran kota, atau di perkampungan nelayan.
“Sasaran kita memang warga ekonomi menengah ke bawah, supaya mereka bisa berbelanja untuk memenuhi kebutuhan jelang hari raya dengan harga murah,” ucapnya.

Disperindag menjamin, harga barang yang dijajakan di pasar murah lebih murah dibanding dengan harga di pasaran. Sebab, kebutuhan pangan dan barang lain yang dijual, langsung berasal dari distributor.

“Selain untuk memfasilitasi masyarakat mendapat bahan pangan atau keperluan lebaran dengan harga murah, kegiatan ini dilaksanakan untuk meredam kemungkinan kenaikan harga di pasar, sehingga yang dijual dalam kegiatan ini harus lebih murah,” jelasnya.

Zaimar menjelaskan, pendanaan pasar murah menggunakan APBN dan APBD. Artinya, dari 11 kali pasar murah, 5 kali penyelenggaran bersumber dari APBN, 6 sisanya menggunakan dana APBD.

“Kemungkinan ada juga bantuan dari distributor atau BUMN, berupa subsidi harga komoditas tertentu, sehingga jauh lebih murah dari harga pasar,” terangnya.

Ia berharap, kegiatan pasar murah ampuh meredam kenaikan harga atau inflasi akibat meningkatnya kebutuhan jelang Idul Fitri di Sumbar. Ditambah lagi dengan adanya ketegasan pemerintah dalam menetapkan harga eceran tertinggi (HET) pada komoditi strategis, seperti pada gula pasir, minyak goreng kemasan sederhana, daging beku, dan beras.

“Ramadan tahun lalu inflasi di Sumbar hanya 0,32 persen. Angka itu turun dibanding Ramadan 2016 yangmencapai 1,52 persen,” sebutnya.

Menurutnya, kegiatan pasar murah dinilai mampu meredam inflasi. Untuk itu, Disperindag berharap betul inflasi Ramadan tahun ini bisa terjaga. Apalagi, kegiatan pasar murah serupa juga akan digelar oleh pemerintah kabupaten/kota dan instansi lainnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan jauh-jauh hari sejumlah dinas dan bupati walikota yang memiliki wewenang untuk menyelenggarakan pasar murah telah menentukan lokasi pasar murahnya.

“Kita menyebutnya pasar murah, karena target kita adalah masyarakat yang kurang mampu. Sementara untuk PNS diminta jangan menyamakan diri jadi orang yang kurang mampu,” mintanya.

Menurutnya, melihat pada Ramadan tahun tahun lalu, pasar murah sangat membantu masyarakat dalam hal mendapatkan barang barang kebutuhan dengan harga yang lebih murah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.