DLH Balikpapan Masih Inventarisir Korban Tumpahan Minyak

Editor: Koko Triarko

284
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, memastikan Pertamina bersedia membayar ganti rugi dampak pencemaran tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan.
Luasan efektif yang terkena dampak sekitar 35 hektare atau yang terkontaminasi efektifnya dari kawasan Somber hingga kelurahan Teritip sepanjang 60 Kilometer.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, memastikan kerugian dari tumpahan minyak, ada, dan dalam hal ini pihak Pertamina telah bersedia untuk mengganti rugi. Namun, pihaknya terus melakukan inventarisasi jumlah korban yang terdampak pencemaran tersebut.
“Luasan efektif 35 hektare yang terkena dampak, dan 340 hektare yang sedikit. Pelaksanaan pertamina, DLH pastikan akan pantau,” tegasnya, Rabu (30/5/2018).
Dalam penghitungan ganti-rugi ini, dilakukan pihak Pertamina. DLH hanya memfasilitasi, dalam hal ini jumlah nelayan yang terdampak dan pengumpulan data-data pendukung sebelum ganti rugi diberikan.
“Kerugian nelayan kita fasilitasi, dan hitungan kasar sebanyak 1.016 nelayan yang terdampak seperti kapalnya yang terkena tumpahan dan lainnya. elum ada total kerugian,” terang Suryanto.
Sedangkan pemulihan lingkungan untuk mangrove, menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan koordinasi lagi untuk hal tersebut. “Mangrove nanti KLHK yang koordinasi,” tandasnya.
Berdasarkan data yang dilakukan terdapat 9 kelurahan yang terdampak tumpahan minyak, rata-rata berada di pinggiran pesisir Teluk Balikpapan.
Akibat tumpahan minyak yang terjadi pada 31 Maret 2018, lalu di Perairan Teluk Balikpapan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan keputusan administrasi, bahwa Pertamina harus melakukan pemulihan lingkungan. Hal ini berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Lingkungan, bahwa dari tumpahan minyak telah mencemari lingkungan sekitar.
Baca Juga
Lihat juga...