DLH Masih Teliti Ikan di Perairan Teluk Balikpapan

Editor: Koko Triarko

215
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto. –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN  –  Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan telah meneliti ikan-ikan yang berada di Perairan Teluk Balikpapan, pascatumpahan minyak pada 31 Maret 2018, lalu. Saat ini pihak DLH masih melakukan riset dari sampel yang diambil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Suryanto, mengungkapkan setelah tumpahan minyak yang mencemari perairan Teluk Balikpapan tersebut beberapa penelitian untuk ikan dilakukan dari DLH bersama KLHK.

“Hasilnya belum ada, masih menunggu. Tapi, sejauh ini ikan-ikan tangkapan nelayan di Perairan tidak masalah, belum mempengaruhi. Saya sendiri masih makan ikan sampai sekarang,” terangnya, Rabu (16/5/2018).

Sementara itu, ia juga mengimbau warga untuk tidak berenang di sekitar pantai perairan Teluk Balikpapan. “Imbauan tidak berenang masih berlaku sampai sekarang, karena proses pemulihan masih dilakukan,” ucap Suryanto.

Akibat pencemaran lingkungan itu, Suryanto menjelaskan ribuan mangrove terdampak sehingga daun-daun mangrove yang ada di pesisir Teluk Balikpapan, rontok.

“Rontoknya daun-daun pada mangrove di pesisir ini, karena menyerap racun dari minyak yang mencemari. Tapi, dari pantauan setelah rontok, daun kembali tumbuh,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya minta kepada warga agar tidak menebang mangrove yang terdampak tumpahan minyak, karena diketahui mangrove masih bisa tumbuh kembali setelah menyerap racun.

“Sudah banyak mangrove yang ditebang di pesisir akibat tumpahan minyak. Tapi setelah diteliti kembali, mereka (mangrove) bisa tumbuh kembali setelah daun rontok dan kembali bertugas,” tukas Suryanto.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan memastikan proses pemulihan lingkungan akibat tumpahan minyak wajib dilaksanakan oleh Pertamina. Hal itu sesuai keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca Juga
Lihat juga...