Drainase di Depan Pelabuhan Laurens Say Butuh Perbaikan

Editor: Mahadeva WS

310

MAUMERE – Kondisi drainase atau saluran pembuangan air yang berada di depan pelabuhan Laurens Say Maumere dipenuhi dipenuhi sampah dan tertutup tanah di hampir. Akibatnya saluran yang sempit mengalami pendangkalan.

Kondisi tersebut menyebabkan air hujan menjadi tidak mengalir dan menggenang. Bahkan ketika hujan deras, air menggenang tidak hanya di jalan raya tetapi sampai menggenangi rumah warga yang ada di depan pintu masuk pelabuhan.

Antonius Gregorius,warga kelurahan Kota Uneng kecamatan Alok menunjukan lokasi banjir di depan areal pelabuhan Laurens Say Maumere yang menggenangi rumah warga. -Foto Ebed de Rosary

“Drainase di depan pelabuhan Laurens Say tertutup tanah  dan menyebabkan pendangkalan. Drainase juga sudah ditumbuhi rerumputan dan dipenuhi sampah sehingga air tidak bisa mengalir,” sebut warga setempat Antonius Gregorius, Rabu (16/5/2018).

Dari pengamatan warga yang biasa disapa Rori tersebut, saluran sepanjang 300 meter di depan kantor Pelindo III Maumere, KSOP Laurens Say,Bea Cukai Maumere serta pintu masuk pelabuhan harus diperbaiki. Saluran drainase perlu dibersihkan agar kedalamannya bertambah sehingga bisa menampung air hujan. Sementara agar air bisa dialirkan ke kali mati yang berada di sisi timur pelabuhan, posisi saluran yang ada di sisi barat harus dibangun lebih tinggi.

Saat ini menurut Rori, jika terjadi hujan  air  akan mengalir dari  Kelurahan Nangalimang dan Madawat yang posisinya lebih tinggi ke Kelurahan Kota Uneng yang berada di depan pelabuhan Laurens Say Maumere. “Di pertigaan depan Gelora Samador serta Losmen Bogor sebaiknya air hujan dibuang ke kali mati di sisi timur. Selain itu di depan rumah jabatan pimpinan DPRD Sikka juga air dibuang ke kali mati di bagian barat sehingga air hujan tidak mengalir ke depan pelabuhan Laurens Say,” harapnya.

Kepala Bappeda dan Litbang kabupaten Sikka Adrianus Firminus Parera menjelaskan, pembangunan drainase untuk mencegah banjir di kota Maumere dan sekitarnya sudah dibuatkan master plan dan Design Engineering Detail (DED). Direncanakan proses pembangunan akan dimulai di 2018 ini.

Di 2018 saluran drainase yang dibangun di Kelurahan Nangameting, tiga lokasi di Kelurahan Kota Uneng yang selalu banjir, di Waioti Kecamatan Alok Timur serta kelurahan Hewuli dan Wolomarang di Kecamatan Alok.

Total dana yang dianggarkan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp1,25 miliar. Dana yang dipergunakan bersumber dari APBD II kabupaten Sikka. Pembangunan drainase dan gorong-horong ini berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sikka.

“Pemda Sikka mulai 2018 akan melakukan penataaan dan membangun drainase agar banjir yang selama ini terjadi di Kota Maumere tidak terjadi lagi. Kota Maumere semakin berkembang dengan banyaknya pemukiman dan perkantoran yang dibangun sehingga harus mulai ditata drainasenya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...