Drainase Segera Dibangun Atasi Banjir di Kota Maumere

Editor: Koko Triarko

231

MAUMERE – Setiap terjadi hujan lebat, banjir dipastikan menggenangi puluhan rumah warga di Kelurahan Kota Uneng, Alok, Kota Maumere, karena air dari beberapa wilayah ketinggian mengalir ke perkampungan warga di depan pelabuhan Laurens Say Maumere.

“Dulu, ada tiga saluran pembuangan di sepanjang areal depan pintu masuk pelabuhan, namun sudah ditutup pihak Pelindo. Makanya, sekarang kalau hujan, air tidak bisa mengalir melewati drainase ke Kali Mati di sebelah timur pelabuhan Laurens Say,” sebut Antonius Gregorius, Rabu (16/5/2018).

Antonius Gregorius,warga kelurahan Kota Uneng kecamatan Alok menunjukan lokasi banjir di depan areal pelabuhan Laurens Say Maumere yang menggenangi rumah warga. -Foto Ebed de Rosary

Warga RT 01, RW 01, Kelurahan Kota Uneng ini, saat ditemui di depan Pelabuhan Laurens Say  Maumere, mengatakan, sebelum dibangun pelabuhan peti kemas di bagian barat dan pintu masuk pelabuhan Laurens Say Maumere, air hujan selalu lancar mengalir ke laut.

“Dulu ada tiga drainase yang membuat air hujan bisa langsung mengalir ke laut, yakni di bagian tengah pintu masuk pelabuhan, ujung barat dan ujung timur Pelabuhan Laurens Say. Kalau hujan bukan saja banjir, tetapi sampah akan memenuhi badan jalan di depan pelabuhan serta meluap ke rumah warga”, katanya.

Saat hujan, jelas Rori, sapaannya, banjir akan menggenangi enam rumah di sekitar pelabuhan, dan bila curah hujan tinggi, banjir akan merendam beberapa rumah lainnya di sekitar areal pelabuhan. Warga sudah mendesak Pelindo untuk menyelesaikan hal ini, namun belum ada solusi.

“Saya sudah mendesak Pelindo dan pemerintah bersama warga dan dikatakan master plan drainase dan DED sudah disetujui dinas Pekerjaan Umum provinsi NTT. Tahun ini, pemerintah kabupaten Sikka sudah mulai membangun drainase,” tuturnya.

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, kepada Cendana News menyebutkan, bahwa memang benar pekerjaan pembangunan drainase sudah mulai dilakukan tahun ini, sebab pemerintah provinsi NTT sudah menyetujui master plan yang diajukan dan sudah membuat detail engineering design (DED).

“Untuk tahun ini kita sudah mulai melakukan pembangunan dan saat ini sedang dipersiapkan untuk dilelang item pekerjaannya, agar banjir yang selama ini terjadi di kota Maumere bisa teratasi,” ujarnya.

Setelah DED disetujui, jelas Adrianus, pemerintah kabupaten Sikka mulai melakukan persiapan pembangunan. Tahun ini sudah bisa dikerjakan, sebab semua proses sudah dilalui dan sementara dipersiapkan proses tender untuk pengerjaannya.

“Dalam DED, termuat  lengkap gambar detail bangunan, rencana anggaran biaya atau keseluruhan harga dari volume masing-masing satuan pekerjaan, serta rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) yang mencakup persyaratan mutu dan kuantitas material bangunan dan lainnya,” paparnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.