Enam Orang Diperiksa Terkait Dugaan Suap Abu Bakar

Editor: Koko Triarko

167
Kaburo Humas KPK, Febri Diansyah –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Penyidik KPK terus melakukan pengembangan penyelidikan kasus dugaan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menjerat Bupati Bandung Barat nonaktif, Abu Bakar.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (17/5/201`8), menjelaskan, sedikitnya enam orang dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Abu Bakar (ABB). Keterangan sejumlah saksi tersebut diperlukan, salah satunya untuk melengkapi berkas perkara pemeriksaan terhadap  tersangka Abu Bakar.

Sejumlah saksi yang dipanggil KPK, masing-masing Hernawan-pejabat Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pemkab Bandung Barat, Suherman-pejabat Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pemkab Bandung Barat, Yana-pejabat Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemkab Bandung Barat.

Selanjutnya, Aman-pegawai honorer Dinas Pertanian dan Ketahanan Pemkab Bandung Barat, Adiyoto-pejabat Kepala Badan Perencanaan Pemkab Bandung Barat, Imam Santoso Mulyo-pejabat Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Bandung Barat, Yusef Ahmad Darajat-pejabat Kepala Bidang (Kabid) Monevlitbangda Pemkab Bandung Barat.

“Pemanggilan enam orang saksi tersebut terkait pengembangan penyelidikan kasus dugaan tipikor berupa suap atau gratifikasi yang menjerat Bupati Bandung Barat Abu Bakar”, jelas Febri Diansyah.

Abu Bakar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan suap atau gratifikasi terkait perizinan sejumlah proyek strategis di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Kasus korupsi tersebut terungkap saat petugas KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Penyidik KPK menduga, Abu Bakar telah menerima sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi sebesar Rp435 juta. Uang tersebut diduga akan digunakan  untuk kepentingan dana kampanye Erlin Suharliah, yang tak lain merupakan istri Abu Bakar.

Erlin Suharliah diketahui berencana akan maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung sebagai calon Bupati Bandung Barat, untuk menggantikan suaminya (Abu Bakar), yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya sebagai Bupati Bandung Barat selama dua periode.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.