Fadli Zon Sebut Pemuda Perlu Penyadaran Politik

Editor: Satmoko

266
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat berada di Padang/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berharap selalu ada kegiatan penyadaran politik bagi generasi milenial, yang mulai tidak acuh pada hak dan kewajiban dalam politik. Padahal politik merupakan alat untuk mensejahterakan masyarakat.

“Ada estafet di tangan pemuda. Mereka harus diberikan penyadaran. Apalagi generasi milenial yang sebagian skeptis terhadap politik,” ungkap Fadli Zon ketika memberikan arahan dalam diskusi bertajuk pemuda dan politik yang digelar Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumatera Barat (Sumbar), di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (26/5/2018).

Fadli Zon mengatakan, di tangan pemuda keberlanjutan bangsa ini melalui Pemilu 2019 ditentukan. Sebab, hasil survei menyatakan, jumlah pemilih pada Pemilu 2019 mendatang, 55 persennya merupakan pemuda yang berusia 17 sampai 38 tahun. Sementara, Kementerian Dalam Negeri juga menyebutkan, 8,7 juta pemilih pemula pada Pemilu 2019.

“Pemuda sangat diharapkan untuk memilih. Berbagai pihak berkepentingan, pemerintah, mulai dari partai politik, dan organisasi kemasyarakatan harus mendukung supaya pemuda sadar hak dan kewajibannya dalam politik,” ungkapnya

Menurutnya, pemuda harus diberi penyadaran, bahwa politik bukan sekedar alat untuk mencapai tujuan perorangan atau kelompok, melainkan untuk merealisasikan misi mensejahterakan masyarakat.

Ia berharap, pemuda Indonesia semakin cerdas, aktif berpolitik, sehingga angka golput bisa digerus. Sebab, golput masih menjadi momok bagi demokrasi di republik ini.

Menengok pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2014 lalu, angka golput mencapai 24, 8 persen. Persentase golput itu, justru lebih tinggi dibanding suara yang diraih partai peserta Pileg.

Ambil contoh pemenang Pileg, PDI Perjuangan, hanya memperoleh suara 18,95 persen, capaiannya masih di bawah golput. Angka golput pun semakin membengkak pada Pilpres 2014, yakni mencapai 30,42 persen.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit berharap, pemuda aktif pada seluruh pesta demokrasi, mulai dari Pilkada di daerah hingga Pilpres. Memilih adalah menentukan keberlanjutan bangsa.

Namun Nasrul Abit meminta, pemuda cerdas pula dalam memilih. Harus berdasar hari nurani, dan pencermatan terhadap apa yang akan dipilih.

“Jangan sekadar pilih pemimpin berdasar informasi sekilas. Dalami sebelum memilih. Kalau tidak bisa celaka, ternyata keliru memilih kepala daerah yang hobinya pencitraan. Rakyat juga yang susah nantinya,” harap Ketua DPW Gerindra Sumbar itu.

Baca Juga
Lihat juga...