Gali Integritas dan Independensi CHA, KY Adakan Wawancara Terbuka

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

248

JAKARTA — Komisi Yudisial (KY) mengadakan wawancara terbuka terhadap delapan calon hak agung (CHA) yang dinyatakan lolos dari tahap sebelumnya. Hal tersebut dilakukan untuk menggali sejauh mana pengetahuan, integritas dan independensi calon hakim.

“Wawancara terbuka ini merupakan salah satu tahapan yang terpenting dalam seleksi penerimaan calon hakim agung di Mahkamah Agung. Karena dari sini kita ketahui sejauh mana integritas dan Independensi calon hakim agung tersebut,” kata Ketua Komisi Yudisial (KY) yang juga Ketua Panel, Prof. Dr. H. Aidul Fitriciada Azhar, SH, MHum di Gedung Komisi Yudisial (KY) Jakarta, Senin (14/5/2018).

Aidul Fitriciada Azhar mengatakan, dari hasil wawancara terbuka ini, pihaknya akan menyerahkan nama-nama calon yang lolos untuk diserahkan kepada DPR untuk selanjutnya dilakukan fit and proper test.

“Hasil dari wawancara terbuka ini, tentu sangat menentukan bagi kedelapan calon hakim agung,” sebutnya.

Ia mengatakan, selain tujuh Komisioner KY yang menjadi Panel, ada dua yang diundang dari luar, yakni mantan Ketua MA, Bagir Manan dan Mantan Hakim Agung, Iskandar Kamil.

“Kita juga mengundang mantan Ketua MA Prof. Bagir Manan dan mantan Hakim Agung Iskandar Kamil, sebagai representasi dari masyarakat dan sebagai mantan hak agung,” ungkapnya.

Ada pun calon delapan hakim agung yang mengikuti wawancara terbuka adalah, Abdul Manaf, Cholidul Azhar, dan Imron Rosyadi dari Kamar Agama, Pri Pambudi Teguh dan Yulman dari Kamar Perdata, Bambang Krisnawan dan Syamsul Bahri dari Kamar Pidana, dan Tama Ulinta Br. Tarigan dari Kamar Militer.

Wawancara terbuka sendiri dilakukan selama dua hari, yakni 14 dan 15 Mei 2018 bertempat di Auditorium KY, Gedung KY Jakarta.

Baca Juga
Lihat juga...