Gubernur Bali: Toko Tani Potong Mata Rantai Distribusi

Editor: Koko Triarko

243
DENPASAR – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengatakan,  Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, merupakan salah satu upaya bersama memotong panjangnya mata rantai pasokan pangan, untuk menjaga stabilitas harga sesuai daya beli masyarakat.
“Ternyata Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali bisa menyediakan beras dengan harga lebih murah. Saya sudah membuktikan sendiri, dengan menemukan harga beras Rp8.880 per kilogram. Tentu ini sangat jauh jika dibandingkan harga jual beras di pasaran yang mencapai harga sebelas ribu”, kata Pastika, usai meresmikan TTIC di Kantor Dinas Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (25/5/2018).
Peresmian TTIC tersebut sekaligus dalam rangka versifikasi komoditas pokok, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sembako bagi masyarakat, dan komoditi lainnya dengan harga di bawah harga pasar.
Menurut mantan Kapolda Bali ini, sudah seharusnya begitu jika mengacu dan ingin bersaing dengan perdagangan modern seperti saat ini. Salah satu caranya dengan menekan biaya distribusi dan biaya transaksi.
Ia berharap, Pemerintah Provinsi Bali bisa lebih banyak menyediakan beras ini, sehingga inflasi dan kemiskinan di Bali bisa ditekan.
Menurutnya, Perusda juga bisa melaksanakan hal serupa dan sudah tentu harus dengan bantuan permodalan dari BPD.
“Dari segi permodalan tidak susah, kita punya bank, banknya untung, perusda untung, petani untung, konsumen untung”, imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, menyambut baik ide tersebut.
Menurutnya, beras ini nantinya bisa dijual secara e-commerce dengan bantuan distribusi dari Toko Tani Indonesia. Ke depan, pihaknya akan melakukan trobosan dengan menjual melalui e-commerce, sehingga harga wajar lebih banyak diperoleh konsumen.
“Pola ini sudah dicoba di DKI Jakarta dan ternyata jumlah transaksinya besar”, kata Hendriadi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, mengatakan, saat ini setidaknya ada 60 Toko Tani Indonesia di Bali tersebar di enam kabupaten, yakni Tabanan, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Badung dan Gianyar.
Ke depan, pihaknya akan terus melakukan inovasi, agar toko tani ini benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Tentu dengan pengawasan dari kami”, Ujar I Wayan Mardiana.
Pada kesempatan ini, juga diserahkan bantuan untuk RTM miskin dan Gapoktan penerima bantuan pemerintah program pengembangan usaha pangan masyarakat.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.