Gubernur DKI Berharap Pengelolaan Air di Masjid, Ramah Lingkungan

Editor: Koko Triarko

214
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengahadiri peresmian Masjid As Salam di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (25/5/2018). –Foto: Lina Fitria
JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, menginginkan masjid-masjid di Jakarta dapat mengolah kembali air yang telah digunakan di tempat berwudu secara ramah lingkungan.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, mengatakan, air bekas wudu jangan langsung disalurkan ke saluran pembuangan, melainkan diolah untuk digunakan kembali.
“Semua air untuk wudu didaur ulang dimasukkan ke sumur resapan. Ada proses pengelolaan air yang baik, kemudian digunakan lagi untuk wudu,” kata Anies Baswedan, saat meresmikan  bangunan Masjid As-Salam yang kini telah tampil baru setelah renovasi, di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (25/5/2018).
Dia mencontohkan, seperti Masjid As Salam Joglo ini, dari sistem pengelolaan air wudu sudah dapat memanfaatkan tujuh sumur resapan untuk mendaur ulang kembali air wudu tersebut. Hal ini harus mulai dilakukan untuk menjaga air tanah di Jakarta.
“Pengelolaan seperti ini akan memberikan contoh di Jakarta, masjid jadi contoh pengelolaan air di Jakarta,” kata Anies.
Menurutnya, saat ini tanah di Jakarta mengalami penurunan tujuh centimeter setiap tahun, karena penggunaan air tanah yang tak berkelanjutan.
Karenanya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap, pengelolaan air bekas wudu bisa diterapkan di seluruh masjid dan musala di Jakarta yang berjumlah sekitar 9.000. Sementara itu, dalam peresmian ini turut hadir Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi.
Baca Juga
Lihat juga...