Hadapi Ramadhan, Stok Beras Bulog Sumbar 9.000 Ton

Editor: Mahadeva WS

218
Kepala Divre Bulog Sumbar, Suharto Djabar/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumatra Barat memastikan ketersedian pasokan beras untuk Ramadhan hingga Lebaran di daerah tersebut cukup. 

Kepala Divre Bulog Sumbar Suharto Djabar mengatakan, saat ini beras yang tersimpan di gudang Bulog Sumbar ada 9.000 ton. Bahkan pada pertengahan Ramadhan nanti, beras pasokan dari pulau Jawa akan sampai ke Sumbar. “Yang jelas, selama Ramadhan masyarakat tidak perlu takut akan kelangkaan beras dan lonjakan harga. Sebab, Bulog telah pastikan stok aman,” katanya, Kamis (17/5/2018).

Beras yang di stok oleh Bulog merupakan jenis medium yang di datangkan dari Jawa. Namun ada juga beras lokal di Sumbar yang dibeli langsung dari petani. Selain beras, Suharto menyebut komoditas lain seperti minyak goreng, gula pasir dan daging juga akan tercukupi dengan stok yang ada.

“Untuk gula, kita pasok selama Ramadhan ini sebanyak 2.000 ton. Dibagi kemasan dari 1 kilogram hingga 50 kilogram , dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah  Rp 12.500 perkilogram,” ujarnya.

Kemudian, untuk stok daging yang disediakan Bulog mencapai 31 Ton dengan HET Rp 80.000 perkilogram. Daging beku tersebut merupakan daging kerbau impor. “Jika repon masyarakat meningkat dengan daging ini. Maka, akan kita tambah pasokannya,” tambahnya.

Dengan pasokan komoditas yang disediakan Bulog, kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran diyakini dapat dipenuhi. Sementara itu dari pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar harga komoditas di Sumbar masih normal.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat Zaimar mengatakan, saat ini sejumlah pasokan komoditas yang ada di sejumlah daerah di Sumbar terbilang cukup aman. Hal itu membuat harga komoditas masih terkendali.

Setiap awal Ramadhan, biasanya untuk komoditas cabe merah dan bawang merah sering mengalami kenaikan harga. Penyebabnya adalah minimnya pasokan yang dipengaruhui cuaca sehingga produksinya menurun. Namun untuk Ramadhan kali ini, masyarakat tidak perlu khawatir, karena harga komoditas tersebut masih terkendali dengan baik.

Pasokan komoditas tidak hanya masuk dari luar daerah tetapi juga didapatkan dari petani lokal Sumbar. “Saat ini harga cabe merah Rp35 ribu perkilogram dan cabe merah medium Rp30 ribu perkilogramnya, sementara untuk beras, minyak goreng, serta komoditas lainnya masih berada di harga normal,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...