Hama Tikus Serang Ratusan Hektare Padi Petani Sikka

Editor: Koko Triarko

376

MAUMERE – Ratusan hektare sawah milik petani di Desa Koro Bhera, kecamatan Mego, kabupaten Sikka, terancam gagal panen akibat terserang hama tikus sejak  awal tahun hingga dua musim tanam.

“Tikus sawah (rattus argentiventer) merupakan salah satu hama paling berbahaya bagi tanaman padi. Serangan hama tikus ini bisa mengakibatkan gagal panen,” sebut Mus Muladi, Rabu (23/5/2018).

Menurut pendamping kelompok tani dari Wahana Tani Mandiri tersebut, para petani di Desa Koro Bhera, kecamatan Mego tahun ini terancam gagal panen karena hampir 200 hektare padi sawah terserang hama tikus dan semakin meluas.

Mus Muladi, pendamping kelompok tani dari Wahana Tani Mandiri. -Foto: Ebed de Rosary

Kepala Desa Koro Bhera, Darius Weu, saat rapat pembentukan Gapoktan di Aula Kantor Desa Koro Bhera, mengatakan, belum ada upaya dari para petani untuk mengatasi hama tikus yang sedang merajalela.

“Akibat serangan hama tikus ini ratusan petak sawah mengalami gagal panen dan terpaksa ditanam ulang lebih dari dua kali. Namun, hama tikus masih terus mewabah,” terang Darius.

Darius berharap ada perhatian dari pemerintah, yakni dinas terkait untuk segera menindaklajuti musibah yang sedang melanda petani di Desa Koro Bhera.

Ardianus Wero, salah satu petani saat ditemui di lahan sawahnya di kampung Wara menjelaskan, petani sudah menanam ulang beberapa kali, tapi tetap saja dirusak hama tikus yang juga mulai memakan benih padi yang disimpan di lumbung.

“Bukan saja padi di sawah, bahkan benih yang disimpan di lumbung sudah terancam oleh hama tikus. Kami mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, sehingga petani berharap pemerintah bisa segera mengatasi hal ini,” pintanya.

Baca Juga
Lihat juga...