Harga Kebutuhan Pangan di Balikpapan Berangsur Stabil

Editor: Koko Triarko

227

BALIKPAPAN — Komisi II DPRD Balikpapan, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu pasar tradisional Balikpapan, Senin (28/5/2018), guna memastikan ketersediaan dan harga pangan stabil selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

Dari hasil pantauan pada pekan kedua memasuki Ramadan ini, ketersediaan mencukupi permintaan dan harga cenderung stabil. Harga telur yang semula melambung hingga Rp48.000, kini sudah turun menjadi Rp44.000 per piring. Harga daging ayam ras juga berangsur turun, kendati belum signifikan.

“Kita pantau ke pasar ini untuk mengetahui ketersediaan pangannya seperti apa, harga juga bagaimana, apakah masih mengalami kenaikan sejak awal Ramadan,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, usai melakukan sidak di pasar Pandansari Balikpapan.

Dari hasil pantauannya, Iwan mengatakan, ketersediaan pangan dan keandalan kualitas pangan sangat layak dikonsumsi masyarakat. “Dari hasil pantauan juga terpantau, harga sudah kembali stabil. Pada awal Ramadan sempat mengalami kenaikan, kami monitor cenderung mengalami penurunan,” ujarnya.

Pihaknya menyebutkan, hasil pantauan ini akan ditindaklanjuti dengan rapat dengar pendapat pada instansi terkait untuk mengantisipasi ketersediaan dan kenaikan harga menjelang Lebaran.

“Karena biasanya persiapan lebaran, harga kembali mengalami kenaikan. Maka, kami akan RDP dengan instansi terkait untuk mengantisipasi gejolak,” papar Iwan Wahyudi.

Sementara itu, dari pantauan terlihat harga ayam potong di pasar Pandansari lebih murah ketimbang di pasar tradisional lainnya. Meski juga dikeluhkan pedagang, karena tetap sepi pembeli.

“Pernah kosong lima hari, setelah itu ayamnya datang, tapi sudah naik harga. Awalnya Rp17.000, lalu naik bertahap seribu-seribu sampai sekarang menjadi Rp25.000 per kilogram. Kalau saya jualnya mulai Rp32.000 sampai Rp45.000 per ekor,” kata Yati, pedagang daging ayam ras di pasar tradisional.

Disebutkannya, kenaikan harga pada awal Ramadan lalu menyebabkan sepi pembeli, karena mereka cenderung beralih memilih lauk pauk lainnya. Namun, kini berangsur normal dan stok tersedia.

“Memang, stok sempat kosong, tapi sekarang sudah tersedia. Kalau harga naik, ya otomatis berdampak pada pembeli,” keluh Yati.

Dia berharap, kondisi sepi pembeli tidak berlangsung lama dan permintaan kembali meningkat hingga persiapan lebaran.

Baca Juga
Lihat juga...