Harga Komoditas di Padang Terpantau Normal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

220

PADANG — Harga komoditas di Kota Padang, Sumatera Barat terpantau masih normal sehari sebelum 1 Ramadhan 1439 Hijriah. Kondisi ini terbilang cukup kondusif, mengingat sejumlah masyarakat membeli kebutuhan untuk menjalani awal puasa yang jatuh pada Kamis 17 Mei 2018.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Zaimar mengatakan, saat ini sejumlah pasokan komoditas yang ada di sejumlah daerah terbilang cukup aman.

Ia menyebutkan biasanya untuk komoditas cabai merah dan bawang merah sering mengalami kenaikan harga. Penyebabnya, karena minimnya pasokan serta dipengaruhui cuaca yang menyebabkan produksi menurun.

Dikatakannya, untuk Ramadhan kali ini, masyarakat tidak perlu khawatir, karena harga terkendali dengan baik.

“Saat ini cabai merah Rp35 ribu per kilogram dan cabai merah medium Rp30 ribu per kilogramnya. Sementara untuk beras, minyak goreng, serta komoditas lainnya masih berada di harga normal,” katanya, Kamis (16/5/2018).

Pasokan tidak hanya masuk dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa, Medan, dan Kerinci. Tapi cabai merah juga turut didatangkan dari hasil produksi patani lokal di Sumbar, yakni Solok, Bukittinggi, dan beberapa daerah lainnya.

Zaimar
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Zaimar. Foto: M. Noli Hendra

Sementara untuk bawang merah tidak hanya datang dari Pulau Jawa, tetapi juga ada masuk dari Sentral Bawang Merah yang ada di Air Dingin Kabupaten Solok.

“Kalau harga daging masih berada di angka Rp120 ribu per kilogramnya. Harga itu terbilang tinggi, hanya saja kondisi harga demikian telah berlangsung sekira tiga tahun ini,” ungkapnya.

Seorang pedagang daging sapi segar, Dapendi mengatakan, sejak kemarin dan hingga hari ini daging sapi segar yang dijualnya ramai pembeli. Per harinya ia mampu menjual sebanyak dua hingga tiga ekor sapi.

“Biasanya hanya satu ekor sapi yang terjual dengan harga yang sama Rp120 ribu per kilogramnya. Cukup banyak masyarakat di Padang yang membuat rendang dan dendeng balado,” jelasnya.

Ia mengaku kondisi seperti itu telah dirasakan setiap datang Ramadhan dan menjelang lebaran. Di mana daging sapi segar benar-benar menjadi incara masyarakat untuk menyajikan makanan untuk keluarga dan tamu keluarga yang akan datang bersilaturrahmi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.