Harga TBS Sawit di Lampung Selatan Anjlok

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

635

LAMPUNG — Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di wilayah kabupaten Lampung Selatan mengalami penurunan. Saat panen melimpah pada bulan Ramadan ini harga per kilogram berkisar Rp900.

Tukiman (40) salah satu petani kelapa sawit di desa Karangsari kecamatan Ketapang menyebut cuaca yang mendukung membuat produktivitas sawit meningkat. Pasca kemarau ia mendapatkan panen sebanyak 1,8 ton TBS per hektare.

Hasil panen yang lebih baik berbanding terbalik dengan harga. Pada saat hasil TBS menurun ia masih dapat menjual ke pengepul dengan harga Rp1.500 per kilogram.

“Saat panen melimpah justru harga Rp900 per kilogram,” terang Tukiman saat ditemui Cendana News, Senin (28/5/2018)

Saat harga Rp1.500 untuk dua ton TBS sawit ia mendapatkan Rp3juta sekali panen. Namun dengan harga hanya Rp900 sebanyak 1,8 ton dirinya hanya memperoleh Rp1,6juta panen bulan Mei.

sawit
Nizar, pengepul tanda buah segar sawit dari lapak Sawit Maju Jaya Sejahtera Wates Lampung Tengah [Foto: Henk Widi]
Nizar (50) salah satu pengepul dari lapak kelapa sawit Maju Jaya Sejahtera (MJS) Wates Lampung Tengah menyebutkan, harga sawit anjlok dikarenakan beberapa faktor. Selain panen raya, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga masih tertekan.

Permintaan yang melemah akan CPO dipengaruhi isu sawit di Uni Eropa yang menyebut akan ada pengurangan penggunaan minyak sawit. Ditamba perkebunan sawit yang ikut merusak lingkungan.

“Meski perkebunan sawit ada di pelosok pedesaan Lampung Selatan namun isu internasional sawit ikut mempengaruhi,” terang Nizar.

Nizar juga menyebutkan, meski permintaan minyak goreng saat Ramadan dan jelang hari raya akan meningkat namun faktor tersebut belum bisa mendongkrak harga. Saat ini pabrik membeli seharga Rp1.400 sehingga ia membeli di tingkat petani seharga Rp900. Perhitungan ongkos bongkar muat buruh, bahan bakar pengangkutan membuat ia harus membeli TBS sawit di bawah harga Rp1.000 perkilogram.

Baca Juga
Lihat juga...