Hektaran Tanaman Padi di Kulonprogo Ambruk

Editor: Mahadeva WS

348

YOGYAKARTA – Sejumlah petani di kawasan Galur Kulonprogo Yogyakarta memanen dini dini padi yang ditanamnya. Hal itu dikarenakan sebagian padi di lahan pertanian mereka ambruk. 

Salah seorang petani, Rasno nampak sedang menggiling padi yang dipanen dini karena ambruk – Foto: Jatmika H Kusmargana

Padi yang semestinya baru panen satu minggu ke depan, terpaksa dipanen lebih awal karena dikhawatirkan justu akan mati dan membusuk. “Banyak padi yang ambruk. Akibat batang terlalu rapuh hingga akhirnya patah. Kalau sudah begini ya harus dipanen walaupun sebenarnya belum siap panen,” ujar salah seorang petani, asal dusun Tirto Rahayu, Pendekan, Galur Kulonprogo Rasno, Selasa (14/05/2018).

Akibat banyak padi yang ambruk tersebut, diperkirakan produksi akan menurun. Pasalnya bulir padi yang semestinya tumbuh 100 persen hanya dapat tumbuh sekitar 70-80 persen saja. Batang padi ambruk karena batangnya patah. Rasno sendiri mengaku belum tahu pasti penyebab banyaknya padi yang ambruk.

Selain karena pengaruh angin, hal itu juga dimungkinkan terjadi karena kesalahan proses pemupukan. Yang mengakibatkan padi tumbuh tidak sebagaimana mestinya. “Dari pihak PPL juga belum memberikan arahan harus bagaimana agar ke depan padi tidak ambruk lagi,” katanya.

Pada musim tanam kedua ini, sebagian besar petani di wilayah Galur, Kulonprogo mulai memasuki masa panen. Dibanding sebelumnya, hasil panen kali ini diperkirakan akan lebih baik. Hal itu disebabkan karena pada musim tanam lalu banyak petani gagal panen akibat banjir.

“Dari PPL kemarin diperkirakan, dari lahan seluas 1.400 meter persegi panenan kali ini bisa menghasilkan satu ton. Hasil ini cukup bagus dibanding panenan musim sebelumnya. Harganya juga cukup bagus yakni Rp3.500 per kilo gabah basah panen,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...