Hobi Mancing Bareng, Tingkatkan Kunjungan Wisata Bahari

Editor: Satmoko

355

LAMPUNG – Upaya meningkatkan kunjungan wisata bahari di wilayah Lampung Selatan terus digelar oleh sejumlah pegiat wisata salah satunya oleh Komunitas Peduli Wisata (Pelita) Lampung Selatan.

Kegiatan Mancing Bareng (Mabar) digelar di pantai Belebug yang memiliki keindahan pasir putih dekat dengan pulau Sekepol dan Pulau Mengkudu sebagai spot mancing favorit bagi pehobi memancing.

Yodistira Nugraha, ketua Komunitas Pelita Lamsel menyebut kegiatan mancing bareng merupakan gelaran ketiga di objek wisata bahari. Pertama di pantai Kedu Kalianda, pantai Tanjung Tuha Bakauheni dan gelaran ketiga di pantai Belebug Totoharjo.

Sejak awal pendaftaran dibuka sepekan sebelumnya, mengandalkan media sosial Instagram, Facebook dan pesan WhatsApp ia menyebut, antusiasme peserta ikut mabar cukup besar.

Perahu dan kano di objek wisata pantai Belebug desa Totoharjo yang dipergunakan untuk wisata dan mancing bareng [Foto: Henk Widi]
Semula Yodistira menyebut, estimasi peserta berjumlah sekitar 30 orang namun dari registrasi ulang peserta yang positif ikut mencapai lebih dari 50 peserta. Selain didominasi pehobi memancing dari berbagai kecamatan di Lamsel, peserta memancing juga berasal dari wilayah Bandarlampung, Lampung Timur.

“Peserta yang positif mau mengikuti kegiatan mancing bareng dari data yang terkumpul bahkan berasal dari Jakarta, Tangerang dan Palembang sudah tiba semenjak sehari sebelum kegiatan berlangsung,” terang Yodistira Nugraha selaku Ketua Komunitas Peduli Wisata Lampung Selatan, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (13/5/2018).

Kegiatan tersebut diakuinya merupakan upaya untuk memperkenalkan sejumlah destinasi wisata bahari di Lamsel sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

Diselenggarakan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau desa Totoharjo, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Barokah Totoharjo, Agung Pancing dan pegiat wisata, kegiatan mancing bareng sekaligus upaya memberdayakan masyarakat sekitar objek wisata bahari.

Pemberdayaan masyarakat sekitar pantai disebutnya dengan adanya anggota Pokdarwis dari para pemuda yang bertugas sebagai petugas tiket, petugas parkir serta penjaga pantai.

Selain para pemuda kegiatan mancing bareng tersebut juga melibatkan sejumlah nelayan tradisional dari kecamatan Bakauheni dan Rajabasa yang perahunya disewa untuk kegiatan mancing bareng. Pelibatan masyarakat sekaligus menjadi cara peningkatan ekonomi masyarakat di sektor pariwisata.

Salah satu peserta mancing bareng mencoba alat pancing yang akan digunakan di pantai Belebug [Foto: Henk Widi]
Yodistira menyebut dengan pendaftaran hanya Rp100.000 setiap peserta bisa memperoleh fasiltas parkir, sewa perahu, umpan, makan siang dan air mineral.

Sesuai dengan teknik memancing menggunakan perahu, ia mengungkapkan, panitia telah menyiapkan perahu yang akan diisi oleh sebanyak 3-4 pemancing dengan lokasi pemancingan di radius satu kilometer dari pantai Belebug.

“Spot memancing yang kami tentukan dalam kegiatan mancing bareng ini di sekitar pulau Sekepol dan Pulau Mengkudu dengan teknik mancing bebas dan juara ditentukan berdasarkan tangkapan terberat,” terang Yodistira.

Teknik mancing bareng yang digelar di objek wisata bahari pantai Belebug akan diganjar dengan hadiah menarik. Bagi pemenang pertama dengan tangkapan terberat peserta akan memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta ditambah alat pancing, hadiah kedua uang tunai sebesar Rp500 ribu ditambah alat pancing dan hadiah ketiga uang tunai sebesar Rp300 ribu ditambah alat pancing. Hadiah tersebut sebagai bentuk penyemangat bagi para pemancing.

Potensi hasil tangkapan ikan di wilayah Pulau Sekepol dan Pulau Mengkudu di antaranya ikan-ikan seperti  Kerapu, Kakap, Kuniran dan jenis ikan Giant Trevally (GT) serta berbagai jenis ikan lain.

Sudin, warga desa Totoharjo pemilik perahu yang disewa para pemancing mendapat penghasilan dari kegiatan mancing bareng dan wisata di pantai Belebug [Foto:Henk Widi]
Ikan yang akan dihitung dan masuk nominasi sesuai dengan aturan merupakan jenis ikan konsumsi yang ditimbang untuk menentukan pemenang.

Jacki, salah satu peserta mancing bareng asal Bakauheni menyebut, menggunakan pancing jenis popper dengan umpan tiruan. Ia menyebut, kegiatan mancing sebagai sebuah perlombaan sudah kerap diikuti. Bahkan ia  pernah mengangkat ikan jenis simba atau mamung seberat 20 kilogram di pantai Tanjung Tuha dengan sistem rock fishing (memancing di tebing).

“Kali ini teknik memancing yang digunakan dengan menggunakan perahu bisa memakai pancing dasar serta poper. Semoga bisa strike dan mengangkat ikan GT,” ujar Jacki optimis.

Sudin, salah satu nelayan di Totoharjo menyebut gelaran mancing bareng memberi dampak positif bagi nelayan. Sebelumnya dalam kegiatan liburan di pantai tersebut ia kerap menyewakan perahu dengan tarif per orang Rp15.000 mengelilingi pulau Sekepol dan Mengkudu atau sistem borongan.

Hasil penyewaan perahu dalam sehari saat kunjungan wisatawan meningkat bisa mengantongi uang Rp200.000 per hari bahkan lebih. Pada iven mancing bareng disewa panitia untuk mengantar pemancing Rp200.000 selama acara berlangsung.

Pendapatan dari menyewakan perahu menjadi sumber penghasilan baru selain pekerjaan utama sebagai nelayan. Ia menyebut sejak dikelola Pokdarwis Ragom Helau dan infrastruktur jalan memadai, ia bisa mendapat penghasilan tambahan.

Sang istri bahkan diakuinya bisa berjualan di lokasi wisata terutama saat hari libur panjang dengan berjualan makanan dan minuman ringan. Peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus iven khusus seperti mancing bareng memberi dampak positif untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar pantai.

“Pemancing juga banyak yang mengajak anggota keluarganya sehingga menjadi sisi positif bagi masyarakat yang memiliki warung di pantai Belebug,” ungkap Sudin.

Satria, salah satu pengelola toko peralatan pancing menyebut tingkat penjualan peralatan memancing juga meningkat. Beberapa iven memancing dengan sistem lomba  meningkatkan penjualan joran, senar serta umpan imitasi.

Perlengkapan memancing yang dijual meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Selama kegiatan memancing ia membuka lapak khusus untuk memenuhi ketersediaan peralatan memudahkan pehobi memancing.

Baca Juga
Lihat juga...