hut

Hotel Syariah Harus Terapkan Sistem Digitalisasi

Editor: Mahadeva WS

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Sudrajat pada diskusi bertajuk "Prospek Bisnis Hotel Halal di Era Digital" di Jakarta,Rabu (9/5/2018). Foto : Sri Sugiarti

JAKARTA – Industri halal dan restauran harus menerapkan sistem digitalisasi manajemen pengelolaan. Hal tersebut harus dilakukan jika tidak mau tertinggal oleh keberadaan hotel dan restauran umum.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Sudrajat mengatakan, industri halal dan restauran berperan besar mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. “Hotel di Indonesia hampir 74 persen sudah melakukan sistem digitalisasi. Jadi kalau hotel syariah tidak melakukannya akan ketinggalan, travel-travel juga tertindas,” kata Sudrajat pada diskusi bertajuk Prospek Bisnis Hotel Halal di Era Digital di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Di era digital telah terjadi pergerakan roda ekonomi, khususnya dalam pengembangan hotel halal.  Maka, hotel syariah harus berkomitmen untuk menjalankan sistem manajemennya secara digital sebagai pemenuhan tuntutan yang tidak bisa dihindari.

Indonesia menganut sistem ekonomi bebas, berbeda dengan Singapura. Hal itu harus dipahami semua strategi pembangunan hotel maupun apartemen di Indonesia dengan perizinan yang terbuka terjadi secara luar biasa. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kelebihan kapasitas.

Hal tersebut berbeda dengan Singapura yang menerapkan sistem terbatas dengan menghitung kapasitas hotel yang ada. “Kalau di Indonesia, siapa punya duit bisa beli. Nah ini yang harus hati-hati dalam mengembangkan bisnis di Indonesia, strateginya harus siap dalam kondisi persaingan yang ketat,” ujar Sudrajat.

Meskipun perekonomian Indonesia stag, Sudrajat menghimbau, pengusaha bisa terus meningkatkan pertumbuhan hotel syariah di Indonesia. Tentunya, bisnis hotel berlabel syariah ini harus disinergikan dengan sumber daya manusia profesional. “SDM profesional dan penerapan sistem digitalisasi hal yang sangat penting tak bisa terpisahkan,” tandasnya.

Dengan menerapkan sistem digital, diharapkan bisnis berlabel syariah akan terus berkembang menjadi daya dukung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. “Kedepan persaingan bisnis hotel syariah bukan makin mudah tetapi makin ketat. Maka, penerapan sistem digitalisasi tak bisa dihindari lagi,” tukasnya.

Hadirnya hotel syariah di Indonesia tidak hanya sekedar tren. Sudah  menjadi gaya hidup atau lifestyle, sebagaimana layaknya gaya hidup sehat. Kini masyarakat juga semakin tereduksi untuk menjadi baik dalam menjalani kehidupan dengan berpegang pada prinsip syariah.

Lihat juga...