HUT ke-78 Pak Hardjo, Nasaruddin Umar Ceramah Spiritual Saving

Editor: Satmoko

496

JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA., memberikan ceramah siraman rohani dalam acara buka puasa bersama dan sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun Bapak Soehardjo Soebardi atau akrab pula disapa Pak Hardjo ke-78 tahun pada 20 Mei 2018 di kediaman Ipar Pak Harto itu di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Dalam isi ceramahnya, Nasaruddin Umar menganjurkan kepada kita semua untuk menghormati, mencintai dan menyayangi orangtua. Karena doa orangtua itu sangat mujarab selalu dikabulkan Tuhan.

“Alhamdulillah hari ini kita memperingati 78 tahun Pak Hardjo,“ tutur Nasaruddin Umar penuh rasa syukur.

Lelaki kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959 itu membeberkan, bahwa Pak Hardjo diketahui bersama, selain sehat dan segar, insha Allah, beliau juga ahli ibadah. Anak-cucunya juga saleh-salehah semua, subhanallah.

“Beliau bukan orang sempurna, bukan malaikat, tapi apa yang dilakukan beliau dalam kehidupan menjadi suri teladan kita semua,“ ungkap Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Periode 2011 – 2014 itu.

Nasaruddin Umar sedang ceramah di kediaman Pak Hardjo di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat (Foto Akhmad Sekhu)

Beruntunglah kita semua masih punya orangtua kandung yang masih hidup, kata Nasaruddin Umar, kalau seluruh keluhan anak minta didoakan orangtua, insha Allah ada keajaiban dari doa orangtua.

“Jangan memandang enteng kedua orangtua sekalipun bukan ahli ibadah. Tapi kalau kedua tangannya terangkat dan pipinya basah air, doanya tidak bisa ditolak oleh Tuhan,“ beber peraih Piagam Penghargaan sebagai Sarjana Teladan IAIN Alauddin Ujung Pandang (1984) dan Piagam Penghargaan sebagai Doktor Terbaik IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1999) itu.

Menurut Nasaruddin Umar, kalau orangtua meninggal, dianjurkan untuk berdoa karena doa yang dipanjatkan seorang anak pada orangtuanya yang meninggal mampu menerangi kehidupan orangtua di alam barzah.

“Alam barzah itu episode keempat, doa anak saleh pada orang tuanya yang sudah meninggal itu sangat bermanfaat,“ paparnya.

Nasaruddin Umar menyampaikan kasih sayang Allah sangat besar bagi orang yang selalu melakukan kebaikan. Apalagi doa anak saleh pada orangtua. Nasaruddin Umar menganjurkan pada semua orang yang hadir untuk menerapkan spiritual saving.

“Spiritual saving itu tolak balak yang paling ampuh,“ tegasnya.

Nasaruddin Umar mengajak semua orang yang hadir untuk memperbanyak spiritual saving, karena spiritual saving bukan hanya bermanfaat di akhirat kelak, janji surga, tapi juga dirasakan manfaatnya di dunia ini.

“Mari di bulan suci Ramadan kita menanam tabungan spiritual saving, supaya nanti kita lebih banyak tolak balaknya dan supaya kita bisa masuk surganya Allah,“ tandasnya.

Selesai Nasaruddin Umar berceramah, Pak Hardjo pun menyampaikan rasa syukur diberi umur panjang hingga 78 tahun dan mengucap terima kasih atas kedatangan tamu undangan. Setelah itu buka puasa bersama dan salat Maghrib berjamaah. Kemudian, dilanjutkan dengan salat Isya dan salat tarawih.

Baca Juga
Lihat juga...