banner lebaran

‘IBH’ Sebabkan Harga Daging Ayam Potong di Kaltim, Naik

Editor: Koko Triarko

197

BALIKPAPAN  – Sejumlah ternak ayam potong di Provinsi Kalimantan Timur, terserang penyakit inclusion body hepatitis (IBH) hingga mati, sehingga berdampak naiknya harga daging ayam di pasar tradisional. 

Salah seorang pedagang daging ayam ras, Rudi, mengaku pasokan ayam sejak beberapa hari terakhir berkurang dan berdampak pada kenaikan harga daging ayam.

“Kalau kami minta 100 ekor, hanya bisa terpenuhi 70 ekor. Tidak tahu kenapa berkurang stoknya, harganya juga mengalami kenaikan. Ukuran kecil per ekor Rp50 ribu dari sebelumnya Rp35 ribu. Kalau yang besar Rp55 ribu per ekornya,” ungkap Rudi, sembari melayani pembeli di pasar Klandasan Balikpapan, Rabu (16/5/2018).

Dengan naiknya harga daging ayam juga mempengaruhi jumlah pembeli, meskipun setiap harinya habis. “Setiap hari habis saja, ya pasokannya juga berkurang,” sebutnya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto, mengaku kenaikan harga daging ayam ras itu disebabkan kematian ayam sekitar 10 persen akibat terserang penyakit IBH.

“Kenaikan selain karena terserang penyakit juga pakan ternak yang naik, karena naiknya nilai dolar terhadap rupiah,” jelasnya.

Yosmianto menambahkan, saat ini ada tim dari pusat yang turun dan akan menangani penyakit yang menyerang ayam di Kaltim. Inclusion Body Hepatitis (IBH) merupakan penyakit akut yang menyerang ayam muda umur 4-5 minggu. “Lagi di cek penyakitnya, dari pusat masih turun,” imbuhnya.

Ada pun rata-rata kebutuhan ayam di sekitar Balikpapan, menurutnya, per hari hanya sekitar 30 ribu ekor. “Ayam rata-rata 30 ribu ekor stoknya ayam setiap hari, maka pasokan dikirim ke pasar berkurang. Jadi otomatis naik harga,” tambah Yosmianto.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.