Ikan Bakar Khas Lamtim, Alternatif Pilihan Buka Puasa

Editor: Satmoko

332

LAMPUNG – Ikan bakar menjadi salah satu menu pilihan favorit saat berbuka puasa salah satunya disediakan oleh pengelola pondok santap dan wisata Muara Alam di Desa Rejomulyo Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur (Lamtim).

Agus Siswanto (34) sang pemilik pondok santap menyebut pasokan ikan segar jenis nila, gurame, emas ,betutu dan lobster air tawar. Kondisi ikan yang segar tersebut berasal dari kolam bekas tambang galian pasir yang disulap menjadi tempat budidaya ikan air tawar.

Pengunjung disebut Agus Siswanto kerap datang sore hari selama bulan puasa Ramadan. Meski saat hari biasa pondok santap dibuka sejak pagi hingga malam. Pilihan beragam ikan air tawar segar tersebut bahkan bisa dipenuhi pengunjung dengan langsung memancing di kolam sembari naik bebek air atau di tepi saung.

Bagi yang ingin langsung menikmati kuliner ikan bakar tanpa repot, pengelola sudah menyiapkan keramba jaring apung.

Agus Siswanto, pemilik lokasi wisata muara alam desa Purworejo membakar ikan emas dan gurame untuk warga yang akan berbuka puasa [Foto: Henk Widi]
“Keramba jaring apung menjadi lokasi pengumpulan ikan air tawar yang sudah memenuhi ukuran untuk disantap sesuai dengan selera pengunjung. Tapi umumnya ikan bakar khas muara alam jadi favorit,” terang Agus Siswanto, selaku pengelola pondok santap wisata Muara Alam Desa Purworejo Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur, saat ditemui Cendana News pada pekan kedua Ramadan 2018/1439 Hijriyah.

Pengunjung bahkan diakui Agus, sapaan akrabnya, bisa memilih berbagai ukuran ikan yang sudah disediakan. Selanjutnya sembari menunggu ikan diolah dengan cara dibakar khas muara alam pengunjung bisa menikmati suasana bermain odong-odong air, bebek air, mandi di kolam renang atau sekedar duduk santai di saung tepi kolam yang disediakan.

Pilihan menu kuliner ikan bakar disebut Agus kerap menjadi favorit karena metode pengolahan ikan dengan dibakar membuat ikan air tawar memiliki rasa gurih yang khas.

Proses pembakaran ikan khas tersebut dilakukan oleh juru masak, namun bagi pengunjung yang ingin mengalami sensasi membakar ikan bisa membakarnya sendiri.

Anisa, menyiapkan bumbu sambal mentah terasi dan sambal kecap untuk ikan mas dan gurame bakar khas wisata muara alam Pasir Sakti Lampung Timur [Foto: Henk Widi]
Tempat barbeque yang disediakan sekaligus bisa menjadi sensasi menikmati ikan bakar di tepi kolam menunggu waktu berbuka puasa bersama keluarga dan kerabat. Namun sebagian pengunjung dominan memilih terima bersih dengan memilih ikan selanjutnya menunggu ikan dibakar oleh juru masak.

“Pengunjung dari luar wilayah Pasir Sakti umumnya memesan sebelum datang sehingga saat tiba bisa disantap bertepatan dengan waktu berbuka puasa,” cetus Agus.

Sementara pengunjung lokal diakuinya kerap memesan ikan bakar khas tersebut sembari menikmati suasana sore di objek wisata air tersebut. Ikan favorit yang dipilih pengunjung di antaranya jenis ikan emas, gurame dan emas dari ukuran 150 gram, 250 gram hingga 500 gram.

Menu ikan bakar disebutnya dibuat dengan proses pembersihan awal ikan dan merendam dengan jeruk nipis serta garam selama beberapa menit agar aroma amis tidak tercium.

Ikan yang sudah dibersihkan bagian perutnya dikerat agar saat dibakar ikan matang sempurna dan bumbu meresap di dalamnya. Bumbu olesan untuk proses pembakaran yang disediakan di antaranya bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jahe dan penyedap rasa.

Proses awal pembakaran tahap awal dilakukan dengan memanaskan teflon agar ikan bisa diolesi bumbu hingga merata selanjutnya proses pembakaran dipindah ke tempat pembakaran berbahan arang batok kelapa.

Pengunjung menikmati menu berbuka puasa di saung atas kolam menggunakan menu ikan bakar [Foto: Henk Widi]
“Arang kelapa juga bisa menimbulkan sensasi rasa ikan bakar yang sempurna, selama proses pembakaran ikan diolesi dengan bumbu hingga meresap,” tutur Agus.

Sembari menunggu proses pembakaran ikan yang dilakukan oleh Agus, sang istri bernama Anisa (28), menyiapkan dua jenis sambal sebagai pelengkap menu ikan gurame, nila dan emas bakar.

Bumbu sambal mentah terasi disebutnya dibuat dengan bahan cabai merah, cabai rawit, bawang putih, jahe, tomat, garam, penyedap rasa dan terasi. Sambal mentah terasi disebut Anisa dibuat dengan proses penghalusan menggunakan cobek batu tanpa ditumis.

Selain sambal mentah terasi yang menggugah selera, satu porsi sambal kecap dibuat sebagai menu pilihan untuk menyantap ikan bakar. Bahan yang disediakan diantaranya kecap manis, tomat yang dibuang isinya diiris, cabai merah, cabai hijau, bawang merah dipotong kecil-kecil.

Semua bahan dicampur dalam mangkuk untuk disajikan sebagai sambal cocol saat menyantap ikan bakar. Tambahan lalapan irisan tomat, selada, timun dan kemangi selalu menjadi pelengkap saat menu siap disajikan.

“Pilihan sambal selalu kami tawarkan untuk pengunjung yang ingin merasakan dua jenis sambal sekaligus bersama ikan bakar,” terang Anisa.

Warsito (34) salah satu warga menyebut, saat hari biasa ia kerap datang ke pondok santap muara alam untuk menikmati santap siang. Namun saat bulan puasa dirinya kerap datang menjelang berbuka puasa, menu favorit khas pondok santap muara alam diakuinya ikan gurame, nila dan emas bakar.

Ketiga jenis ikan tersebut kerap ditangkapnya dengan cara memancing dengan sistem timbang per kilogram Rp30.000. Ikan kerap dibakar di lokasi dengan pelengkap bumbu khas muara alam.

Rasa gurih ikan bakar ditambah sensasi dua jenis sambal mentah terasi dan sambal kecap membuat ia kerap mengajak rekannya berbuka puasa di muara alam. Cukup mengeluarkan kocek Rp50.000 hingga Rp100.000 per porsi ia bisa menikmati suasana santap malam saat berbuka puasa di atas saung tepi kolam.

Lokasi yang nyaman sekaligus menjadi penambah selera menikmati ikan bakar khas pondok santap dan wisata muara alam dengan sambal dan lalapan yang segar disajikan dengan piring lidi.

Baca Juga
Lihat juga...