Industri Pengolahan di Kalsel, Sangat Minim

Editor: Koko Triarko

251
Kepala Disdag Kalsel, Bierhasani. – Fot:o Arief Rahman

BANJARMASIN –  Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Bierhasani, mengakui masih minimnya kontribusi barang jadi untuk pertumbuhan ekonomi Kalsel.

Bahkan, hingga saat ini untuk pertumbuhan ekonomi Kalsel, khususnya untuk ekspor, masih didominasi oleh barang mentah di sektor pertambangan dan perkebunan, yakni batu bara dan kelapa sawit.

“Kenapa demikian? Salah satunya karena kita tidak banyak memiliki industri pengolahan. Inilah yang menjadi persoalan kenapa lebih dari 80 persen ekspor Kalsel masih didominasi barang mentah,” ucapnya, Selasa (22/5/2018).

Melihat fenomena ini, Disdag Kalsel mengaku tidak tinggal diam. Pihaknya mengaku sudah bekerja sama dan berkoordinasi dengan dinas terkait, salah satunya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kalsel, untuk menjaring lebih banyak investor industri pengolahan bisa masuk ke Kalsel.

Namun, diakuinya hal tersebut tidak gampang, mengingat investor industri pengolahan memiliki banyak pertimbangan untuk tertarik berinvestasi dan membangun pabriknya di Kalsel.

“Pertimbangannya pertama dari sisi infrastruktur pendukung berupa jalan dan pelabuhan. Lalu, ketersediaan listrik hingga masalah bahan baku. Memang untuk Kalsel beberapa hal tersebut masih sulit kita penuhi, namun Pemprov Kalsel terus berusaha berbenah diri,” katanya.

Baginya, Provinsi Kalsel yang masih didominasi pertumbuhan ekonominya pada produk mentah tidak bagus. Karena jika terus bertahan demikian, maka akan sangat merugikan Kalsel di masa depan.

“Bahan mentah di sektor pertambangan tidak selamanya tersedia, itu bisa habis. Karena itu, sudah saatnya Kalsel lebih banyak menggaet industri pengolahan mulai sekarang, khususnya di sektor perkebunan maupun pertanian,” tambahnya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), M Saleh, mengatakan, belum melihat keseriusan Pemprov Kalsel untuk mendorong hadirnya berbagai infrastruktur, agar investor tertarik membangun pabrik pengolahannya di Banua.

Menurut dia, hadirnya banyak pabrik pengolahan di Kalsel sangatlah diperlukan dalam menggantikan sektor tumpuaan ekonomi Kalsel saat ini, yakni pertambangan.

“Kita harapkan Pemprov Kalsel lebih serius dalam membangun infrastruktur pendukung investasi, baik jalan, pelabuhan laut, lahan industri hingga ketersediaan listik. Kalau semua tersedia tidak perlu dicari, investor pasti akan datang dengan sendirinya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...