Inovasi 4.0 ‘ZAKI’ Mudahkan Transaksi Zakat

Editor: Koko Triarko

406
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus meningkatkan kualitas dan inovasi layanan digital, guna memudahkan masyarakat menunaikan zakat. 
Dalam upaya pengembangan inovasi digital, BAZNAS pun mengandeng PT. Artina Digitama Indonusa (Artdigi) dengan meluncurkan Zakat Virtual Assistant Chatbot yang diberi nama ‘Zaki’.
Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta, mengatakan,  inovasi layanan digital ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi zakat secara mudah, cepat, nyaman, dan bersahabat.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi di dunia zakat merupakan tantangan tersendiri. Terlebih di era 4.0 ini, semua lini saling terhubung.
“Strategi besar BAZNAS adalah mengkampanyekan gerakan zakat melalui berbagai saluran komunikasi online, yang memudahkan muzakki (pemberi zakat) sesuai dengan tren digital yang berkembang di Indonesia,” kata Arifin, pada peluncuran Zakat Virtual Zaki di Kantor BAZNAS, Jakarta, Jumat (25/5/2018).
Menurutnya, selama ini BAZNAS baru memiliki 3 juta muzzaki yang tercatat. Hal inilah yang mendorong dikembangkannya layanan digital. Tujuannya untuk mengajak masyarakat berzakat dengan mudah dalam melakukan dan berkomunikasi tentang zakat.
Apalagi, sebut Arifin,  Indonesia adalah penggerak zakat dunia. Dengan inovasi produk zakat 4.0 ditargetkan mendukung pertumbuhan zakat secara nasional.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), M. Fuad Nasar, menambahkan, perkembangan fintech merambah ke semua sektor, termasuk ke dunia perzakatan.
“Pengelolaan zakat Indonesia termasuk yang paling kreatif dan inovatif di seluruh dunia,” kata Fuad.
Dia pun berharap, agar pengelolaan zakat dengan fintech harus sinkron dengan perkembangan teknologi. Mengutip pernyataan Bung Hatta, mantan wakil Presiden pertama RI, Fuad mengatakan, tujuan mendirikan negara ini adalah menjadikan semua orang yang hidup di negara ini harus hidup bahagia. Cita-citanya adalah mencapai Indonesia yang adil dan makmur.
“Artinya, ekonomi harus berdampingan dengan sosial. Apa pun agamanya, jika menerapkan nilai universal ekonomi Islam, maka hidupnya akan bahagia,” ucap Fuad.
Menurutnya pula, inklusi zakat adalah upaya menjadikan orang-orang yang dulu tidak memiliki akses ke zakat, menjadi memiliki akses, baik muzzaki maupun mustahik.
Fuad berharap, zakat bisa menjadi sektor penyebab meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
CEO Artdigi, Ari Lastina, menyebutkan, layanan digital ini merupakan milestone yang besar, karena memiliki kesempatan untuk melayani umat. Salah satunya adalah dengan menciptakan zakat virtual assistant, yaitu chatbot ‘Zaki’.
Ari berharap, layanan digital ini bisa digunakan oleh seluruh masyarakat. Ke depan, kata dia, akan berkembang, misalnya reminder salat,  lokasi masjid terdekat hingga materi dakwah.  Sehingga, masyarakat bisa menggunakan layanan digital ini sebagai cara mendekatkan diri dalam beribadah.
Baca Juga
Lihat juga...