Irvanto: Sejumlah Oknum Anggota DPR Terima Uang E-KTP

Editor: Mahadeva WS

221
Irvanto Hendra Pambudi Cahyo usai bersaksi dalam persidangan e-KTP - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Persidangan kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi untuk terdakwa Anang Sugiana Sudihardjo (ASS). Ada tiga saksi penting yang dihadirkan dalam persidangan, Setya Novanto, Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Pada sidang di Ruang Mr. Koesoemah Atmadja dua , Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Irvanto yang merupakan keponakan Setya Novanto menyebut, dirinya pernah diperintah atau disuruh Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk menyerahkan sejumlah uang yang diduga berasal dari aliran dana proyek e-KTP senilai 1 juta Dolar Amerika (USD) atau diperkirakan sekitar Rp13,5 miliar ke gedung parlemen di Senayan.

Irvanto menyebut, uang tersebut seluruhnya dibawa secara tunai ke lantai 12, Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan. Uang tersebut kemudian diberikan kepada sejumlah oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bentuk commitment fee, imbalan atau janji.

Uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi tersebut diduga untuk memuluskan proses pembahasan rencana, penganggaran hingga pendistribusian proyek pengadaan e-KTP. Diduga masih banyak oknum mantan Anggota DPR yang menikmati aliran dana dari proyek e-KTP.

“Yang Mulia saya pernah disuruh Pak Andi untuk mengasihkan uang kepada sejumlah Anggota DPR, diantaranya Melchias Marcus Mekeng  dan Markus Nari. Saat itu mereka kebetulan sedang berkumpul di ruangan kerja Setya Novanto yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR. Jadi saat itu Pak Novanto juga ada disana,” kata Irvanto saat memberikan kesaksian, Senin (21/5/2018).

Selain itu Irvanto mengaku telah memberikan uang kepada sejumlah oknum anggota dewan lainnya yaitu, Nurhayati Ali Assegaf sebesar 100 ribu USD, Chairuman Harap sebesar 500 ribu USD, Agun Gunandjar Sudarsa masing-masing sebesar 500 ribu USD dan 1 juta USD dan Jafar Hafsah 100 ribu USD dan Melchias Marcus Mekeng sebesar 1 juta USD.

Lihat juga...

Isi komentar yuk