Jaga Ramadhan, Gubernur Sumbar Keluarkan Edaran

Editor: Mahadeva WS

444
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat memberikan keterangan pers di Padang/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Memasuki Ramadhan Pemerintah Provinsi  Sumatra Barat mengeluarkan surat edaran mengenai keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan edaran bernomor 556/585/Dispar-Dest/V-2018 tersebut diharapkan, tercipta kondisi Ramadhan sebagai bulan ibadah.

“Surat edaran (SE) tersebut terdiri dari 10 poin yang menjadi perhatian Bupati dan Walikota selama bulan puasa berlangsung,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Selasa, (15/5/2018 ).

Dengan edaran yang dikeluarkan, Irwan berharap terciptanya kondisi dan aktivitas masyarakat yang mengambarkan Ramadhan sebagai bulan ibadah. Sehingga nuansa islami ditengah masyarakat bisa terwujud. Untuk mewujudkannya, diperlukan pengaturan dan pengawasan kegiatan sehingga tidak menjurus pada kegiatan yang bertentangan dengan nuansa Islami.

Oleh karenanya, penganut agama non muslim diharapkan dapat menghargai kaum muslim yang sedang melaksanakan puasa. Hal tersebut diyakini bisa mewujudkan suasana kerukunan antar umat beragama. “ Menghormati umat muslim yang sedang berpuasa diharapkan rumah makan dan restoran dapat tutup disiang hari. Kalau memang melayani warga non muslim haruslah dengan kondisi yang tertutup dan tidak terkesan ada aktivitas makan minum dari luar,” katanya.

Pengusaha perjalanan wisata diminta menyiapkan paket-paket wisata religius guna menarik kunjungan wisatawan ke Sumbar dalam suasana Ramadhan. Sementara pengusaha tempat hiburan seperti karaoke dan diskotik agar menyesuaikan kegiatan sehingga tidak menganggu aktivitas masyarakat untuk salat taraweh dan sahur.

Pengusaha hotel diminta memberikan pelayanan dengan nuansa Islami dan menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan umat Islam seperti penyediaan menu khusus untuk berbuka dan sahur.

Sementara untuk mencegah terjadinya kebakaran, masyarakat dilarang memproduksi dan bermain petasan. Disamping menganggu kenyamanan masyarakat yang beribadah, juga berbahaya bagi yang mengggunakan termasuk pemakaian meriam bambu dan kembang api.

Sementara untuk memeriahkan malam takbiran diharapakan tidak dalam bentuk takbir keliling. Kegiatan bisa dilakukan di masjid dan mushalla untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Edaran yang mengatur semua kegiatan selama Ramadhan tersebut, dikirimkan langsung kepada Bupati dan Walikota.

Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sumbar Zul Aliman mengatakan akan meningkatkan pengawasan selama bulan Ramadhan. Mulai dari kegiatan balimau yang sering dijadikan acuan masyarakat memasuki bulan Ramadhan hingga memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah di bulan puasa.

“Kita akan tingkatkan pengawasan dibeberapa titik yang nanti dijadikan lokasi balimau bagi masyarakat. Karena, lokasi balimau rawan terjadi tindakan kriminal karena lokasi pasti ramai dikunjugi masyarakat, kemudian mencegah perbuatan maksiat. Maka, perlu dilakukan pengawasan,” ujarnya.

Untuk menjaga kenyamanan masyarakat, selama Ramadhan bersama dengan Pol PP di Kabupaten dan Kota meningkatkan pengawasan terhadap rumah makan yang buka di siang hari. Akan diberikan himbauan jika buka diperuntukan melayani warga non muslim.

“Rumah makan yang buka boleh saja. Namun dengan ada semacam himbauan yang ditempelkan dirumah makan tersebut diperuntukan dengan untuk non muslim. Namun, tetap menggunakan tirai agar tidak terlihat dari luar ada aktifitas di rumah makan tersebut,” katanya.

Pengawasan dilokasi hiburan malam yang masih buka saat bulan Ramadhan juga dilakukan dengan ketat untuk menjaga jangan sampai menganggu ibadah masyarakat. Untuk menjaga kekhusyukan saat solat taraweh akan dilakukan pengawasan petasan. Akan dilakukan patroli ke masjid-masjid dan melakukan razia petasan di beberapa titik yang menjual petasan tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...