Jaksa Agung Pastikan Otak Bom Sarina Thamrin Dituntut Maksimal

Editor: Koko Triarko

256
Jaksa Agung HM Prasetyo memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kejagung Jakarta. -Foto: M Hajoran

JAKARTA — Jaksa Agung, HM Prasetyo, memastikan, Maman Abdurahman sebagai otak dari Bom Sarina, Thamrin yang menewaskan puluhan orang beberapa waktu lalu, akan dituntut maksimal, yakni hukuman mati.

“Maman Abdurahman sebagai tokoh utama Bom Sarina Thamrin, hari ini tuntutan sudah dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan tuntutan maksimal, Pidana Mati. Jadi, kita tunggu putusan dari hakim, seperti apa,” kata Jaksa Agung, HM Prasetyo, di Gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Jaksa Agung menyebutkan, bahwa tidak ada satu pun pertimbangan meringankan yang diberikan oleh Jaksa. Tapi, semua hal memberatkan terdakwa. Seperti sudah pernah dihukum dan membahayakan kemanusiaan.

“Tidak ada pertimbangan yang meringankan bagi terdakwa, justru hal yang memberatkan. Di antaranya, sudah beberapa kali dihukum atau residivis dan membahayakan kemanusiaan,” ungkapnya.

Dengan hukuman maksimal pidana mati, tentu diharapkan menjadi efek jera bagi para teroris yang sudah mengganggu keamanan dan menghilangkan nyawa orang lain lewat aksi bom bunuh diri.

“Kita akan menuntut para teroris ini dengan hukuman maksimal, agar ada efek jera, sehingga aksi terorisme dengan bom bunuh diri tidak terulang lagi,” sebutnya.

Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan, Maman Abdurahman terbukti sebagai pelaku dalam bom Sarina Thamrin yang berafiliasi dengan ISIS dan Syiria. Mereka menganggap Indonesia negara kafir yang harus diperangi dengan cara jihad.

“Dan, banyak buku-buku Maman Abdurahman yang sudah beredar dan dibaca orang lain, sehingga tertarik dan menjadi acuan dalam jihad dengan aksi terorisme lewat bom bunuh diri,” ujarnya.

Terkait para terpidana mati terorisme yang hingga saat ini belum juga dieksekusi oleh Kejaksaan Agung, Prasetyo mengatakan, pihaknya tinggal menunggu waktu proses, karena eksekusi hukuman mati itu sangat panjang.

“Kita tinggal menunggu waktu, kalau semua proses sudah lengkap dan selesai, tentu Kejaksaan Agung akan melakukan eksekusi,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...