Jelang Ramadan Tukang Pangkas Rambut Banjir Order

Editor: Koko Triarko

301

LAMPUNG – Menjelang Ramadan ini, usaha jasa pangkas rambut dengan berbagai model potongan di Lampung Selatan, mulai banyak menerima order.

Hendra, pelaku usaha pangkas rambut di pasar tradisional Desa Pasuruan, membuka usahanya di rumah dan saat hari pasaran Selasa, Jumat dan Minggu buka di pasar  tradisional Pasuruan. Geliat usahanya mulai ramai jelang Ramadan ini, seperti tahun sebelumnya.

Menurut Hendra, keinginan masyarakat untuk membersihkan diri, salah satunya rambut, dilakukan di sejumlah tempat pangkas rambut bersamaan dengan tradisi bersih diri di pantai atau ngelop.

Hendra mencatat, saat hari biasa dalam satu hari ia bisa mencukur sekitar 8 hingga 15 orang per hari, meningkat saat jelang Ramadan menjadi 15 hingga 20 orang saat hari pasaran. Membludaknya masyarakat yang ingin melakukan cukur rambut membuat warga harus mengantrir.

“Lapak khusus untuk mencukur disediakan sebanyak tiga tempat, jadi jika ada tukang cukur yang kosong, maka langsung bisa masuk antrian untuk dilayani,” terang Hendra, Selasa (15/5/2018).

Hendra menyebut, sebagian warga yang menggunakan jasa pangkas rambut didominasi oleh kaum laki-aki dan anak-anak. Kaum laki-laki melakukan pangkas rambut sembari mengantar istri berbelanja di pasar untuk persiapan bulan Ramadan.

Waktu cukur selama kurang lebih lima belas menit bisa diselesaikan olehnya, karena bagi warga umumnya tidak mementingkan model rambut dan hanya ingin memotong rambut untuk merapikan. Hal yang sama dilakukan pada anak-anak yang memotong rambut dengan model sederhana.

“Sebagian pelanggan merupakan warga yang menginginkan cukur rambut dengan model sederhana, jika ingin model yang rumit biasanya datang ke tempat cukur yang ada di rumah,” papar Hendra.

Penyedia jasa pangkas rambut lain di lapak yang sama, Sarno, menyebut rata-rata tiga penyedia jasa pangkas rambut melayani 30 orang per hari pada hari biasa.  Namun saat jelang Ramadan, bisa mencapai 60 orang per hari. Permintaan yang meningkat tersebut terjadi lima hingga dua hari sebelum Ramadan.

Sarno yang juga berprofesi sebagai tukang pangkas rambut di sejumlah pasar itu menyebut, tarif yang dipatok untuk jasa pangkas rambut Rp15.000 per orang. Tarif tersebut tidak membedakan tebal rambut, dewasa atau pun anak-anak. Tarif tersebut juga cukup terjangkau, karena ia harus membayar biaya listrik kepada pengurus pasar setiap kali membuka usaha cukur, sebesar Rp25.000 per tukang pangkas rambut.

Sarno mengatakan, penghasilan usaha pangkas rambut menyesuaikan jumlah pengguna jasa yang pada hari biasa hanya sekitar 10 orang, atau Rp150 ribu. Kenaikan permintaan akan jasa pangkas rambut hingga 20 orang per hari membuatnya memperoleh hasil Rp300 ribu per hari. Permintaan jasa pangkas rambut juga akan meningkat pada lima hari sebelum lebaran.

“Selain membuka usaha di pasar dengan tempat yang disediakan, saya juga membuka usaha pangkas rambut di rumah dengan pelanggan bisa datang ke rumah,”papar Sarno.

Kasim, salah satu pengguna jasa pangkas rambut, mengaku rutin dua bulan sekali pangkas rambut. Namun menjelang Ramadan ini ia agak sering memangkas rambut.

Khusus untuk memotong rambut, ia mempercayakan pada penyedia jasa pangkas rambut, sementara untuk cukur kumis, jenggot dilakukannya di rumah.

Kegiatan mencukur rambut di pasar dilakukan sembari mengajak serta anaknya yang duduk di bangku SD. Selain mencukur, ia mengantar sang istri untuk berbelanja di pasar tradisonal membeli kebutuhan saat Ramadan.

Sembari menunggu istrinya berbelanja daging serta kebutuhan selama Ramadan itu, ia melakukan pangkas rambut di lapak yang tersedia di pojok pasar.

Baca Juga
Lihat juga...