Juarai World Cup Panjat Tebing, Indonesia Geser Rusia

Editor: Mahadeva WS

260
Caly Setyawan, Kabid Binpres PP FPTI dan pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia. Foto: Sodik

YOGYAKARTA – Panjat tebing Indonesia menorehkan prestasi gemilang di World Cup Sport Climbing di Tai’an, Tiongkok. Pada event itu, Indonesia keluar sebagai juara dan secara otomatis menggeser posisi Rusia dari puncak peringkat dunia.

Berdasarkan peringkat yang ditetapkan International Federation of Sport Climbing (ISFC), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengantongi 1.023 poin. Dengan poin tersebut, posisi teratas dunia yang sebelumnya dipegang Rusia dan tidak tergoyahkan selama bertahun-tahun kini berada di tangan Indonesia.

Rusia harus puas tergeser karena hanya memiliki 980 poin usai kejuaraan tersebut. Dengan poin tersebut, Rusia berhak menempati urutan kedua. Sedangkan ututan ketiga ditempati Perancis yang mengoleksi total 590 poin.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PP FPTI Caly Setyawan mengungkapkan, sukses yang diraih Timnas Panjat Tebing Indonesia tak lepas dari kerja keras atlet. Mereka berhasil tampil dominan di tiga seri kejuaraan dunia, yaitu di Moscow, Chongqing, dan Tai’an. “Dari tiga seri ini, atlet Indonesia sukses membawa pulang tujuh medali ke Tanah Air. Satu medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu,” terang Caly, Jumat (25/5/2018).

Prestasi Timnas Panjat Tebing Indonesia tidak sebatas menempati urutan teratas dunia. Dua atlet nasional juga masuk di jajaran elit atlet panjat tebing dunia. Dalam pemeringkatan IFSC, untuk nomor speed world record putri, peringkat pertama diduduki Anouck Jaubert dari Prancis dengan 240 poin.

Tempat kedua diduduki Aries Susanti Rahayu dengan 220 poin dan Elena Timofeeva dari Rusia menempati posisi ketiga dengan 169 poin. Selain Aries, atlet panjat putri lainnya Agustina Sari berada di peringkat keempat dengan 151 poin, sedangkan atlet panjat asal DIY, Fitriyani berada di peringkat 29 dunia.

Di nomor speed world record putra, peringkat satu hingga tiga secara berurutan ditempati Dmitrii Timofeev dari Rusia dengan 187 poin, Aspar Jaelolo dari Indonesia dengan 161 poin, dan Bassa Mawem dari Perancis dengan 151 poin. Di peringkat empat diduduki atlet Indonesia, Sabri dengan 149 poin.

Caly yang juga pelatih kepala pelatnas panjat tebing mengungkapkan, sukses ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi modal besar untuk menghadapi Asian Games 2018. “Dari sisi mental, mereka sudah punya mental juara. Capaian ini akan menambah kepercayaan diri para atlet untuk tampil di Asian Games nanti,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...