Kadinkes Gianyar: Perlu Upaya Konkrit Cegah Kanker

Editor: Koko Triarko

215

GIANYAR — Sebanyak 43 persen dari seluruh kasus kanker dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, dan 30 persennya dapat disembuhkan, bila ditemukan dan diobati sejak dini.

Demikian disampaikan Kadis Kesehatan Kabupaten Gianyar, I A Cahyani Widyawati, usai acara deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara dan HUT ke-41 YKI di Kantor Desa Sukawati Gianyar, Rabu (16/5/2018).

Kadinkes Kabupaten Gianyar, I A Cahyani Widyawati. -Foto: Sultan Anshori

Menurut Cahyani, berdasarkan data morbiditas rawat inap di RSUD Sanjiwani Gianyar, pada 2015 tercatat dari 11.537 kasus rawat inap, 413 di antaranya disebabkan oleh kanker, dan dari jumlah tersebut, 5,8 persen meninggal.

Pada 2016 terdapat 11.832 kasus rawat inap, 365 disebabkan oleh kanker dengan kematian sebesar 6,3 persen. Sedangkan 2017 terdapat 147 kasus kanker yang domisili di Kabupaten Gianyar.

“Mencermati situasi ini, saya rasa diperlukan upaya konkrit dan bersinambungan dalam pencegahan dan pengendalian kanker sejak dini, serta berusaha menjangkau masyarakat secara kolektif maupun individual untuk menjalankan perannya masing-masing dalam rangka mengurangi beban akibat kanker”, ujarnya.

Pada kesempatan ini, Cahyani juga menyampaikan terimakasih pada tim dokter spesialis dari Adelaide Delegation of Field Vist 8 th BICCM yang khusus datang ke Kabupaten Gianyar melihat secara langsung pelaksanaan IVA tes, Sadanis dan Cryotherapy  pada 160 wanita PUS di Desa Sukawati.  Mereka khusus ingin melihat langsung penanganan kanker, khususnya kasus kanker pada kehamilan atau cancer in pregnancy.

“Selain pemerintah, masing-masing anggota masyarakat maupun komunitas peduli kanker memiliki kekuatan untuk melakukan tindakan dalam rangka mengurangi dampak kanker pada individu, keluarga dan kominitas”, tegas Cahyani.

Sasaran pelaksanaan IVA tes di Kabupaten Gianyar adalah perempuan ummur di atas 30-50 tahun yang sudah menikah. Cakupan IVA tes di Kabupaten Gianyar angkanya cukup tinggi, di atas 30 persen di atas target nasional yang minimal 30 persen dari jumlah ovokasi PUS 30-50 tahun.

Selain pelaksanaan IVA tes, pada kesmepatan itu juga masyarakat diberikan sosialisasi tentang kanker oleh Komunitas Mahasiswa Peduli Kanker(Kompak) dari Fakultas Kedokteran Unud Denpasar.

Dalam kesempatan itu sekaligus menerima kunjungan kerja Bali International Combine Clinical Meeting (BICCM).

Baca Juga
Hadapi Globalisasi, IDI Harus Profesional JAKARTA - Perkembangan ilmu kedokteran dalam satu dekade terakhir sangatlah pesat. Perubahan dan inovasi muncul bagaikan ombak besar yang disebabkan o...
Kendalikan Konsumsi Tembakau, Ciptakan Generasi Se... DENPASAR - Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengapresiasi Konferensi Asia Pasifik ke-12 tentang Pengendalian Tembakau (APACT 12th) digelar di Bali pada 1...
Penelitian: Matcha Green Tea Bisa Jadi Obat Kanker JAKARTA --- Riset terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Salford menyebutkan matcha green tea tak hanya bermanfaat membantu menuru...
Vaksinasi MR di Bali Capai 61,39 Persen DENPASAR - Dinas Kesehatan Provinsi Bali, terus menggalakkan pelaksanaan gerakan imunisasi nasional Measles Rubella (MR) dan Campak kepada masyarakat ...
Jumlah HIV/AIDSdi Gianyar Terus Meningkat GIANYAR – Jumlah kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar terus mengalami peningkatan. Hal tersebut mendorong pemerintah daerah setempat untuk te...
Kanker Ancam Kaum Perempuan, Dinkes Gianyar: Cegah... GIANYAR --- Kanker payudara hingga saat ini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi perempuan di dunia, tidak terkecuali di Gianyar, Bali. Terbukti, ...
Lebih 1.000 Siswa di Bali Tunda Vaksinasi DENPASAR - Puskesmas II Denpasar Barat, terus melakukan pemberian Vaksin Measles Rubella (MR) dan Campak kepada masyarakat, khususnya di wilayah Denpa...